Headline.co.id, Bandung ~ PERSIB U16 mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-1 pada game kedua babak pendahuluan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, 4 Oktober 2026. Sempat tertinggal lebih dulu, Maung Ngora mampu membalikkan keadaan melalui dua gol Febri Ardiyan Permana dan satu gol Jibril Alfaraby. Kemenangan ini diraih PERSIB U16 meski harus bermain dengan 10 pemain sejak Alif Rahman menerima kartu merah pada menit ke-76. Hasil tersebut membuat PERSIB U16 tetap berada di puncak klasemen sementara Grup B dengan koleksi enam poin.
PERSIB U16 Bangkit Setelah Tertinggal
PSIS Semarang membuka keunggulan melalui kapten tim, Dzicko Rais Sasminto, pada menit ke-35. Gol tersebut membuat PERSIB U16 berada dalam posisi tertinggal hingga memasuki babak berikutnya.
Maung Ngora baru mampu menyamakan kedudukan melalui Febri Ardiyan Permana pada menit ke-64. PERSIB U16 kemudian mendapat situasi sulit setelah Alif Rahman menerima dua kartu kuning yang berujung kartu merah pada menit ke-76.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kondisi itu membuat PERSIB U16 harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Namun, situasi tersebut tidak menghentikan upaya tim untuk mengejar kemenangan.
Jibril Alfaraby membawa PERSIB U16 berbalik unggul lewat golnya pada menit ke-84. Febri kemudian memastikan kemenangan tuan rumah melalui gol keduanya pada menit ke-90 sekaligus melengkapi brace dalam pertandingan tersebut.
Enam Poin dari Dua Pertandingan
Tambahan tiga poin dari laga melawan PSIS membuat PERSIB U16 mengoleksi enam poin dan tetap menempati peringkat pertama klasemen sementara Grup B EPA ONE.
Sebelumnya, PERSIB U16 meraih kemenangan besar 8-1 pada game pertama yang dimainkan sehari sebelum pertandingan melawan PSIS Semarang. Dengan demikian, Maung Ngora menyapu bersih dua laga awal yang digelar di kandang.
Pelatih PERSIB U16, Agi Maulana, mengaku bersyukur dan bangga terhadap penampilan para pemainnya. Menurut dia, tim mampu menunjukkan mentalitas dan kerja keras setelah tertinggal serta kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
“Setelah tertinggal, ada juga kartu merah yang kami terima, tapi akhirnya kami bisa membalikkan keadaan. Itulah mentalitas dan kerja keras para pemain. Saya sangat bersyukur dan bangga kepada semua pemain,” kata Agi setelah pertandingan.
Kedalaman Skuad Jadi Kunci
Agi menyebut kekuatan PERSIB U16 dalam membagi pemain untuk pertandingan pada Sabtu dan Minggu menjadi salah satu kunci kebangkitan tim. Ia mengatakan, tim pelatih telah menyiapkan skuad agar tidak hanya berkonsentrasi pada salah satu pertandingan.
“Sudah direncanakan tim pelatih jika tim ini tidak hanya fokus pada salah satu game, entah Sabtu atau Minggu saja, tapi kami ingin raih hasil maksimal di keduanya. Sehingga penting di sini menjaga kedalaman tim,” ungkap Agi.
Menurut Agi, keputusan menjaga kedalaman tim dibutuhkan agar PERSIB U16 tetap mampu tampil maksimal dalam dua pertandingan awal. Strategi tersebut turut membantu Maung Ngora melewati laga melawan PSIS, termasuk ketika pertandingan harus dilanjutkan dengan 10 pemain.
Pelatih PERSIB U16 itu juga menilai dua kemenangan di kandang menjadi modal awal untuk mempertahankan hasil positif pada pertandingan berikutnya.
“Tentunya, dengan dua laga awal di Home dan alhamdulillah, mendapat hasil yang sangat positif, ini menjadi modal awal bagi kami semua di dalam tim untuk menjadi tren positif ini berlanjut ke laga-laga selanjutnya,” tambahnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















