Headline.co.id, Sleman ~ Rapat yang berlangsung di lantai dua area coffee shop Transhome mendadak berubah menjadi situasi darurat ketika informasi kebakaran masuk melalui telepon dan video call, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Api yang muncul di area gudang Transhome, Jalan Jogja-Solo Km 11, Padukuhan Mangunan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman, dengan cepat membesar dan merambat hingga area parkiran serta bagian lain bangunan. Seluruh tim kemudian diperintahkan melakukan evakuasi. Kebakaran tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua korban lainnya mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho saat dikonfirmasi Headline.co.id menjelaskan, kebakaran terjadi pada bangunan Transhome yang terdiri atas tiga lantai dan satu basement.
Bangunan yang terdampak memiliki luas sekitar 3.500 meter persegi pada setiap lantai. Berdasarkan informasi sementara, seluruh area bangunan terdampak kebakaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Informasi Kebakaran Masuk Saat Rapat
Kronologi kejadian bermula ketika Manajer Operasional Transhome, Claudius Devito Pristianta, sedang mengikuti rapat di lantai dua area coffee shop.
Sekitar pukul 12.30 WIB, Claudius menerima informasi dari tim melalui sambungan telepon dan video call bahwa telah terjadi kebakaran di area gudang.
Ia kemudian turun menuju area parkir dan bagian belakang gudang untuk melihat situasi.
Saat berada di lokasi, api sudah membesar dan mulai merambat ke area parkiran.
Kondisi api yang semakin besar dalam waktu singkat membuat Claudius segera memerintahkan seluruh tim melakukan evakuasi.
Api selanjutnya terus meluas ke bagian bangunan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan.
Dua Korban Meninggal Dunia
Kebakaran Transhome Sleman tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Korban pertama yakni Sulistiyani (42), warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Korban kedua yakni Wiken Novalia Davin (20), warga Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Selain dua korban meninggal, dua orang lainnya mendapatkan penanganan medis.
Chatarina Indah Primawati, warga Karangrejo, Tirtomartani, Kalasan, mengalami sesak napas dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara Niky Ugi Putri, warga Sidokerto, Purwomartani, Kalasan, sempat menjalani pemeriksaan di RSI PDHI Kalasan dan tidak menjalani rawat inap.
Armada Damkar dari Berbagai Daerah Dikerahkan
Besarnya kebakaran membuat proses penanganan melibatkan armada pemadam dari sejumlah daerah dan instansi.
Lima unit Damkar Kabupaten Sleman diterjunkan ke lokasi, disusul tiga unit Damkar Provinsi DIY serta dua unit Damkar Kabupaten Bantul.
Bantuan lainnya datang dari Damkar Kabupaten Gunungkidul, Boyolali, Klaten, dan Magelang.
Armada pemadam dari Angkasa Pura, Lanud Adisutjipto, UGM, serta Relawan Kebakaran Hasamindo Fire juga terlibat dalam proses pemadaman.
Selain itu, dua unit water cannon Brimob Polda DIY, satu unit water cannon Polda DIY, dan satu unit water cannon Polresta Sleman turut dikerahkan.
Dukungan suplai air juga diberikan melalui satu unit tangki Angkasa Pura, tiga unit tangki PMI, dan satu unit tangki BNPB.
Ambulans, tenaga medis, kendaraan kedaruratan, unsur SAR, serta relawan dari berbagai wilayah juga ikut membantu penanganan.
Basarnas, relawan SAR wilayah Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta, relawan BNPB, relawan Kalitirto Berbah, relawan PMI, hingga relawan Desa Purwomartani turut berada di lokasi.
Seluruh unsur tersebut bersama-sama melakukan pemadaman, pendinginan, pengamanan lokasi serta penanganan kedaruratan.
Kerugian Diperkirakan Puluhan Miliar
Selain korban jiwa, kebakaran tersebut juga menimbulkan kerugian materiil dalam jumlah besar.
Kerugian sementara diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Kerugian mencakup barang dan perlengkapan yang berada di dalam bangunan Transhome.
Sejumlah sepeda motor milik karyawan yang terparkir di bagian belakang gedung juga ikut terbakar.
Namun, jumlah pasti kerugian belum dapat dipastikan karena masih dalam proses pendataan.
Penyebab Kebakaran Masih Didalami
Petugas pemadam kebakaran dibantu personel Polsek Berbah, warga dan relawan terus melakukan penanganan di lokasi.
Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
“Penyebab kebakaran masih dalam pendalaman,” kata AKP Fitrianto Heri Nugroho saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan proses pendinginan, terutama pada bagian basement bangunan.
“Saat ini pihak damkar masih proses pendinginan kebakaran di basemen bawah, situasi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar AKP Fitrianto.
Petugas masih melanjutkan proses pendinginan, pengamanan lokasi, pendataan kerugian serta pendalaman penyebab kebakaran.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















