Headline.co.id, Tangerang Selatan ~ Sebanyak 30 peserta mengikuti Pelatihan Terintegrasi Sertifikasi Profesi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan (Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan) Kementerian Agama. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi juru sembelih halal pada Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Rumah Potong Unggas (RPU), dan penyembelih hewan kurban di wilayah Jabodetabek. Pelatihan digelar bersama Lembaga Pelatihan SDM Halal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, dengan dukungan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.
Penguatan kompetensi melalui pelatihan dan uji sertifikasi tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem halal yang berkualitas serta mendukung pemberdayaan ekonomi syariah. Para peserta berasal dari bidang usaha RPH, RPU, serta penyembelih hewan kurban pada Masjid Jami di wilayah Jabodetabek.
Kompetensi Juru Sembelih Halal Diperkuat
Deputi Direktur DEKS Bank Indonesia Anna Setyawati S. mengatakan, penguatan kompetensi Juleha merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal. Menurut dia, ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi menjadi unsur penting dalam menjaga kualitas ekosistem halal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem halal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan pengembangan ekonomi syariah. Penguatan kompetensi sumber daya manusia, termasuk melalui pelatihan dan uji kompetensi Juru Sembelih Halal, menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang kuat, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Anna di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Anna juga mengapresiasi kolaborasi Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam penyelenggaraan pelatihan dan uji kompetensi Juleha.
“Kolaborasi lintas lembaga seperti ini diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekosistem halal dan ekonomi syariah secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Profesi juru sembelih halal memiliki peran penting dalam memastikan proses penyembelihan hewan memenuhi ketentuan syariah. Selain itu, pekerjaan tersebut perlu dijalankan sesuai standar kompetensi dan praktik kerja yang diperlukan.
Peran itu semakin relevan karena peserta pelatihan berasal dari lingkungan RPH, RPU, serta kelompok penyembelih hewan kurban yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Materi Pelatihan Juru Sembelih Halal
Pelatihan yang terintegrasi dengan sertifikasi profesi ini memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan teknis kepada peserta. Mereka juga dipersiapkan untuk mengikuti uji kompetensi agar kemampuan yang dimiliki dapat diukur berdasarkan standar yang berlaku.
Materi pelatihan mencakup penerapan syariat Islam, koordinasi pekerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta higiene dan sanitasi. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan menjalani uji kompetensi sertifikasi profesi yang dilaksanakan LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.
Mewakili Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Ketua LSP Badan Litbang dan Diklat Efa Ainul Falah menegaskan pentingnya pelatihan yang terintegrasi dengan sertifikasi profesi. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kompetensi peserta dapat diukur dan diakui sesuai standar yang berlaku.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Kegiatan sertifikasi Juleha ini melibatkan Kementerian Agama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, LSP Badan Litbang dan Diklat, serta Bank Indonesia. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia halal membutuhkan sinergi lintas lembaga.
Sinergi itu diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga memperkuat ekosistem halal agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pengembangan ekonomi umat.
Melalui pelatihan dan sertifikasi Juleha, Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan berupaya memastikan pengembangan kompetensi tidak berhenti di ruang kelas. Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam praktik kerja dan memberikan dampak di tengah masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















