Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Aplikasi Tevi menjadi sorotan setelah terungkap siaran langsung tak senonoh yang melibatkan sepasang pria dan wanita melalui platform tersebut. Aksi itu dilakukan secara live dengan memanfaatkan pemberian gift dari penonton sebagai sumber keuntungan bagi streamer. Kasus tersebut kemudian memicu perhatian warganet di media sosial karena Tevi belum sepopuler sejumlah layanan live streaming lain. Sorotan pun mengarah pada cara kerja aplikasi, terutama sistem monetisasi melalui Bintang dan fitur privasi yang disebut dapat melindungi aktivitas siaran pengguna.
Perhatian terhadap Tevi menguat setelah aplikasi itu dikaitkan dengan penyalahgunaan layanan live streaming untuk menampilkan adegan intim demi memperoleh keuntungan. Padahal, berdasarkan fungsi dasarnya, Tevi merupakan platform interaktif yang dapat digunakan pembuat konten untuk menunjukkan bakat, berbincang dengan penonton, atau membagikan aktivitas dan hobi.
Mekanisme tersebut membuat Tevi memiliki pola penggunaan yang menyerupai platform live streaming lain seperti Bigo Live maupun TikTok Live. Streamer membuat siaran, sedangkan penonton dapat berinteraksi dan memberikan penghargaan virtual apabila menyukai konten yang ditampilkan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tevi Merupakan Platform Live Streaming Interaktif
Secara fungsi, Tevi tidak hanya ditujukan untuk satu jenis konten. Pengguna dapat memanfaatkan siaran langsung untuk berkomunikasi dengan audiens, menampilkan kemampuan tertentu, maupun membagikan hobi. Interaksi secara real time menjadi bagian utama dari sistem platform tersebut.
Model layanan seperti ini memungkinkan pembuat konten membangun interaksi langsung dengan penonton. Dalam sistem tersebut, penonton tidak hanya menyaksikan siaran, tetapi juga dapat memberikan reward atau gift virtual kepada streamer.
Namun, fungsi live streaming tersebut menjadi perhatian setelah adanya oknum yang disebut menyalahgunakannya untuk menyiarkan adegan tak senonoh. Konten itu dilakukan secara langsung dengan tujuan mendapatkan gift dari penonton yang kemudian dapat memberikan nilai ekonomi bagi streamer.
Gift Virtual Menjadi Bagian Sistem Monetisasi Tevi
Salah satu unsur penting dalam penggunaan Tevi adalah sistem monetisasi melalui mata uang khusus bernama Bintang. Penonton dapat memberikan Bintang atau gift virtual kepada pembuat konten selama berlangsungnya siaran langsung.
Reward yang dikumpulkan streamer selanjutnya dapat dicairkan menjadi uang tunai. Mekanisme inilah yang membuat aktivitas live streaming di platform tersebut tidak sebatas menjadi sarana interaksi, tetapi juga dapat menjadi cara bagi pembuat konten memperoleh penghasilan dari dukungan penonton.
Dalam kasus yang menjadi perhatian publik, sistem gift tersebut disebut menjadi salah satu pendorong penyalahgunaan platform. Sepasang pria dan wanita melakukan adegan intim secara langsung demi memperoleh pemberian virtual dari penonton. Praktik tersebut membuat sistem monetisasi Tevi ikut menjadi pembicaraan warganet.
Fitur Privasi Tevi Ikut Menjadi Sorotan
Selain sistem Bintang, fitur privasi yang ditawarkan Tevi juga menjadi bagian yang banyak diperhatikan. Tevi mengklaim siaran pengguna dilindungi tanpa pelacakan, tanpa perekaman otomatis, serta tanpa pembagian konten kepada pihak ketiga.
Perlindungan tersebut pada dasarnya menjadi bagian dari fitur keamanan pengguna. Akan tetapi, dalam konteks penyalahgunaan platform, fitur privasi itu diduga dimanfaatkan oknum untuk menampilkan konten dewasa karena merasa aktivitas siaran lebih tersembunyi dari jangkauan publik di luar platform.
Berdasarkan bahan yang tersedia, tidak disebutkan bahwa fitur privasi tersebut memang dibuat untuk memfasilitasi konten dewasa. Sorotan justru muncul karena fitur yang ditujukan memberikan perlindungan kepada pengguna diduga digunakan secara tidak semestinya oleh pihak tertentu.
Kasus Live Tak Senonoh Memicu Perhatian Warganet
Terbongkarnya kasus siaran langsung tersebut kemudian membuat nama Tevi ramai diperbincangkan. Banyak warganet mencari informasi mengenai aplikasi itu karena sebelumnya merasa asing dengan nama dan sistem layanan yang ditawarkan.
Perhatian publik tidak hanya tertuju pada konten tak senonoh yang disiarkan, tetapi juga pada cara pengguna mendapatkan keuntungan melalui gift serta bagaimana fitur privasi bekerja. Dua aspek tersebut menjadi bagian yang menonjol setelah kasus penyalahgunaan live streaming mencuat.
Kasus ini sekaligus menunjukkan adanya perbedaan antara fungsi dasar sebuah platform dan cara layanan tersebut dapat digunakan oleh penggunanya. Tevi pada dasarnya menyediakan ruang live streaming untuk aktivitas interaktif dan kreatif, sedangkan penggunaan untuk menyiarkan adegan intim merupakan bentuk penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















