Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton untuk menjaga ketersediaan dan harga beras nasional. Keputusan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan sejumlah kementerian/lembaga di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Penambahan beras SPHP dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak El Nino dan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Beras tersebut akan disalurkan mulai Oktober hingga Desember 2026 dan dilanjutkan sampai memasuki masa panen berikutnya melalui berbagai saluran distribusi.
Mentan Amran memastikan produksi dan ketersediaan beras nasional tetap aman meski pemerintah menghadapi tantangan musim kemarau. “Kesimpulan semuanya, aman, aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman,” ujar Amran usai rapat koordinasi.
Beras SPHP Ditambah untuk Stabilkan Harga
Penambahan 1 juta ton beras SPHP medium diputuskan untuk memperkuat pasokan di pasar sekaligus menjaga harga beras di tingkat konsumen. Pemerintah menilai penguatan distribusi perlu dilakukan lebih awal agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Zulkifli Hasan mengatakan keputusan tersebut merupakan respons pemerintah terhadap kondisi pasokan pangan. “Untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan: kita tambah suplainya untuk beras subsidi yang kita kenal dengan SPHP. SPHP medium. Kita tambah lagi tadi 1 juta,” kata Zulkifli.
Selain menambah pasokan SPHP, pemerintah mendorong beras medium dan premium masuk ke jaringan ritel. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan percepatan penyaluran bantuan pangan serta operasi pasar dalam skala besar.
“Yang pertama, SPHP kita tambah dan beras medium juga premium dorong ke ritel-ritel. Yang kedua, beras pecah atau menir kita stop impornya. Yang ketiga, untuk menekan harga ini, operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah satu juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat,” tegas Amran.
Bulog Diminta Percepat Penyaluran Beras
Amran menegaskan pemerintah tidak menunggu tekanan pasokan terjadi. Distribusi beras kepada masyarakat dipercepat untuk menjaga stabilitas pangan selama periode kemarau yang berpotensi menekan produksi dan pasokan di pasar.
Dalam pelaksanaannya, Bulog diminta mempercepat penyaluran beras, termasuk pasokan beras premium ke ritel modern. “Sudah didorong. Bulog kami minta percepat. Bulog minta percepat,” tegas Amran.
Pemerintah juga mempercepat bantuan pangan dan menggelar operasi pasar besar-besaran. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan beras sekaligus menekan potensi kenaikan harga di pasar.
“Operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah satu juta ton. Kemudian bantuan pangan dipercepat,” pungkas Amran.
Impor Beras Pecah Dihentikan
Di sisi lain, pemerintah memperkuat kebijakan hilirisasi beras dengan memanfaatkan stok beras Bulog yang mengalami penurunan mutu untuk kebutuhan industri tepung beras. Kebijakan itu juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor beras pecah atau menir.
Amran menyatakan pemerintah telah menghentikan impor beras pecah dan mengoptimalkan stok dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. “Beras yang diimpor itu 380 ribu ton, beras pecah, itu kita setop. Dari Bulog 380 ribu. Alhamdulillah, jadi kita tindak setop impor beras pecah, menir,” ujarnya.
Dengan kebijakan tersebut, stok beras Bulog yang mengalami penurunan mutu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri tepung beras. Pemerintah menempatkan langkah itu sebagai bagian dari penguatan pasokan pangan dari hulu hingga hilir.
SPHP Jagung untuk Peternak dan Pelaku Usaha
Selain beras SPHP, pemerintah memutuskan penyediaan SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton. Pasokan tersebut ditujukan untuk membantu peternak rakyat dan pelaku usaha kecil-menengah menghadapi tekanan pasokan jagung selama musim kemarau.
Rangkaian kebijakan itu mencakup penguatan produksi dalam negeri, percepatan distribusi, operasi pasar, bantuan pangan, serta pemanfaatan stok Bulog. Pemerintah memastikan langkah-langkah tersebut menjadi mitigasi menghadapi tantangan El Nino dan musim kemarau yang lebih panjang, dengan tujuan menjaga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















