Headline.co.id, Batang ~ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang mengambil langkah tegas dengan membatasi penggunaan gawai dan media sosial bagi guru selama proses belajar mengajar. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan fokus dan efektivitas pembelajaran di kelas. Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa pembatasan ini tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga bagi para pendidik.
Langkah ini diambil setelah evaluasi yang menunjukkan bahwa penggunaan gawai dan media sosial sering kali mengganggu konsentrasi baik siswa maupun guru. “Kami ingin memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak relevan,” ujar Taufik. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Batang.
Selain itu, Disdikbud Batang juga berencana untuk memberikan pelatihan kepada guru mengenai penggunaan teknologi secara bijak dalam pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu guru memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar tanpa mengganggu fokus utama mereka. “Kami ingin teknologi digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengalih perhatian,” jelas Taufik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa yang berharap dapat melihat peningkatan dalam hasil belajar anak-anak mereka. Disdikbud Batang berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas kebijakan ini, serta melakukan penyesuaian jika diperlukan. Dengan langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Batang dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik.















