Headline.co.id, Jakarta ~ Peringatan badai petir menjadi informasi penting yang perlu diperhatikan ketika kondisi atmosfer berpotensi memicu petir, hujan lebat, hujan es hingga angin sangat kencang. Badai petir dapat berkembang ketika tersedia kelembapan yang cukup disertai pergerakan udara ke atas secara cepat, kemudian membentuk awan cumulonimbus dengan arus udara naik dan turun yang kuat. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap keselamatan manusia sekaligus menyebabkan kerusakan pada bangunan, kendaraan, pepohonan, dan infrastruktur.
Peringatan badai petir terutama menjadi perhatian ketika ancaman telah mencapai tingkat bahaya 3 atau 4. Pada kedua kategori tersebut, masyarakat dapat menghadapi sambaran petir, hujan deras, hujan es, angin sangat kencang hingga kemungkinan banjir dan tanah longsor. Waktu peringatan untuk badai petir yang berkembang cepat bahkan dapat sangat singkat, yakni sekitar 0 hingga 1 jam.
Karena itu, masyarakat yang menerima peringatan badai petir perlu memahami arti tingkat bahaya sekaligus tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah badai berlangsung. Keterbatasan teknologi prakiraan membuat kekuatan, waktu, dan lokasi pasti badai petir hebat belum selalu dapat diprediksi beberapa jam sebelumnya, sehingga kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Badai Petir Bisa Membawa Sejumlah Ancaman Sekaligus
Badai petir merupakan peristiwa meteorologi kompleks yang ditandai pelepasan listrik berupa petir yang kemudian diikuti suara guntur. Di dalam awan cumulonimbus dapat terbentuk arus naik dan turun yang kuat sehingga menciptakan turbulensi.
Ancaman yang menyertai badai petir tidak hanya berupa sambaran petir. Hujan deras, hujan es, butiran salju atau graupel hingga hembusan angin yang dapat mencapai kekuatan badai juga dapat terjadi.
Dalam definisi badai petir parah yang tercantum pada bahan panduan, badai dikategorikan mampu menghasilkan hujan es berdiameter satu inci atau lebih maupun hembusan angin lebih dari 58 mil per jam.
Hujan es sebesar itu berpotensi merusak tanaman, atap bangunan, maupun kendaraan. Sementara angin kencang dapat mematahkan ranting besar, menumbangkan pohon hingga menimbulkan kerusakan struktural.
Badai yang lebih ekstrem bahkan dapat menghasilkan hujan es berukuran lebih besar serta kecepatan angin melebihi 100 mil per jam. Selain itu, badai petir dapat berkaitan dengan tornado, sambaran petir berbahaya, serta hujan deras yang memicu banjir bandang.
Peringatan Badai Petir Dikeluarkan pada Level Bahaya 3 dan 4
Informasi dalam bahan menyebutkan bahwa peringatan badai petir dikeluarkan untuk kategori bahaya 3 dan kategori 4.
Namun, prakiraan badai petir memiliki tantangan karena perkembangan awan dapat berlangsung dalam waktu singkat dan terjadi secara lokal.
“Meskipun menggunakan alat dan metode yang paling mutakhir sekalipun, saat ini masih belum memungkinkan untuk memprediksi atau memberikan peringatan beberapa jam sebelumnya mengenai kekuatan, waktu, dan lokasi badai petir yang hebat,” demikian penjelasan dalam bahan panduan.
Kondisi tersebut menjadi alasan masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca ketika atmosfer mulai menunjukkan potensi terjadinya badai.
Level Bahaya 3, Angin Bisa Mencapai 120 Km per Jam
Tingkat bahaya 3 dikategorikan sebagai bahaya yang cukup besar.
Pada tingkat ini, sambaran petir dan kerusakan akibat hujan es dapat terjadi. Angin yang sangat kencang juga dapat menumbangkan pohon maupun mematahkan ranting.
Hujan deras yang menyertai badai berpotensi menyebabkan banjir. Pada daerah dengan lereng curam, curah hujan tinggi juga dapat meningkatkan risiko tanah longsor.
Selain itu, banjir bandang maupun aliran material atau puing dapat terjadi di kawasan sungai.
Berdasarkan informasi tambahan dalam bahan, badai petir hebat pada kategori tersebut dapat bersifat lokal dengan waktu peringatan sekitar 0 hingga 1 jam. Kecepatan angin dapat mencapai 90 hingga 120 kilometer per jam, disertai hujan es berdiameter sekitar 2 hingga 4 sentimeter serta intensitas hujan 30 sampai 50 milimeter per jam.
Kategori 4 merupakan tingkat bahaya tinggi dengan potensi cuaca yang lebih ekstrem.
Ancaman berupa petir, hujan es, angin sangat kencang, banjir dan longsor masih menjadi perhatian utama. Perbedaan penting terdapat pada intensitas fenomena yang dapat terjadi.
Pada kategori bahaya 4, kecepatan angin dapat melebihi 120 kilometer per jam. Diameter hujan es dapat melampaui 4 sentimeter, sedangkan curah hujan dapat melebihi 50 milimeter per jam.
Badai semacam ini juga dapat berkembang secara lokal dengan waktu peringatan sekitar 0 hingga 1 jam.
Kecepatan perkembangan tersebut membuat tindakan perlindungan perlu dilakukan segera setelah peringatan diterima.
Kenali Perbedaan Informasi Cuaca
Bahan panduan juga membedakan sejumlah tahapan informasi cuaca berdasarkan kemungkinan kejadian dan tingkat ancamannya.
Informasi awal dapat dikeluarkan ketika suatu fenomena cuaca mungkin terjadi meskipun dampak spesifiknya belum diketahui secara jelas. Informasi seperti ini bisa diterbitkan beberapa jam hingga beberapa hari sebelum kejadian dan menjadi waktu bagi masyarakat untuk menyiapkan rencana keselamatan.
Sementara itu, advisory atau pemberitahuan diberikan ketika suatu peristiwa cuaca sedang terjadi atau sangat mungkin terjadi. Dampaknya tetap berpotensi berbahaya, tetapi biasanya diperkirakan tidak seekstrem kondisi yang membutuhkan peringatan dengan tingkat ancaman lebih tinggi.
Adapun peringatan menunjukkan situasi yang lebih serius.
“Peringatan berarti peristiwa cuaca sedang terjadi, akan segera terjadi, atau sangat mungkin terjadi,” demikian keterangan dalam bahan.
Peringatan tersebut menandakan badai dapat menimbulkan risiko terhadap jiwa maupun harta benda. Masyarakat dianjurkan berada di dalam bangunan dan mengikuti tindakan keselamatan yang berlaku di daerah masing-masing.
Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Badai Petir?
Langkah kesiapsiagaan dapat dimulai sebelum badai tiba.
Pemilik rumah dapat mengurangi risiko kerusakan dengan memangkas ranting pohon yang berpotensi jatuh, membersihkan saluran air, mengamankan furnitur di luar ruangan, serta melindungi jendela apabila diperlukan.
Masyarakat juga perlu menentukan lokasi perlindungan paling aman di dalam rumah.
Telepon seluler sebaiknya sudah terisi daya sehingga tetap dapat digunakan untuk menerima informasi darurat apabila pasokan listrik terputus. Rencana komunikasi antarkeluarga juga perlu disiapkan.
Masyarakat dianjurkan mengikuti peringatan cuaca lokal serta menyiapkan tas darurat berisi barang-barang penting.
Bagi lansia maupun penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan ketika kondisi darurat terjadi, pendampingan juga sebaiknya dipersiapkan sebelumnya.
Saat Mendengar Guntur, Segera Masuk Bangunan
Saat badai petir berlangsung, masyarakat dianjurkan segera mencari tempat berlindung jika sudah mendengar suara guntur.
Panduan menyarankan masyarakat tetap berada di dalam bangunan dan mengikuti informasi maupun instruksi darurat.
Penggunaan air mengalir maupun telepon kabel sebaiknya dihindari karena listrik dapat merambat melalui instalasi pipa ataupun saluran telepon.
Aktivitas di sekitar perairan juga harus dihentikan.
Masyarakat terutama diminta menghindari daerah terbuka seperti punggungan dan puncak gunung, pepohonan, menara, ladang maupun lahan terbuka karena dapat meningkatkan risiko terkena sambaran petir.
Apabila seseorang berada di area terbuka dan sambaran petir terjadi di dekatnya, panduan menyebut tubuh dapat diposisikan berjongkok dengan kedua kaki rapat serta meminimalkan bagian tubuh yang menyentuh tanah. Seseorang tidak dianjurkan berbaring telentang di permukaan tanah.
Jangan Memaksakan Kendaraan Menerobos Banjir
Hujan deras akibat badai petir dapat mengakibatkan genangan hingga banjir dengan arus kuat.
Karena itu, pengendara dianjurkan tidak memaksakan diri melintasi jalan yang telah terendam.
Air yang tampak dangkal tetap dapat memiliki arus berbahaya. Dalam bahan disebutkan, sekitar enam inci air yang bergerak cepat sudah dapat membuat seseorang kehilangan keseimbangan, sedangkan sekitar satu kaki air bergerak dapat menyeret kendaraan.
Menghindari lokasi banjir menjadi langkah lebih aman dibanding mencoba memperkirakan kedalaman maupun kekuatan arus dari dalam kendaraan.
Tetap Waspada Setelah Badai Berlalu
Bahaya tidak selalu berakhir setelah hujan dan petir mereda.
Masyarakat perlu menjauhi jaringan listrik yang terputus maupun bahaya kelistrikan lainnya dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Perangkat listrik yang basah juga tidak boleh langsung digunakan karena berpotensi menimbulkan sengatan listrik maupun korsleting.
Pemilik rumah dapat melakukan pemeriksaan terhadap bangunan, kendaraan, ruang bawah bangunan, kotak utilitas hingga bagian atap setelah situasi dinyatakan aman.
Pemeriksaan atap sebaiknya tidak dilakukan dengan mengambil risiko naik ke tangga apabila terdapat cara yang lebih aman untuk melihat kondisi kerusakan.
Generator yang digunakan ketika listrik padam harus ditempatkan di luar ruangan agar gas karbon monoksida tidak terakumulasi di dalam rumah.
Kerusakan properti juga sebaiknya didokumentasikan. Apabila sebuah rumah mengalami kerusakan hingga tidak layak ditempati, penghuni perlu mencari lokasi perlindungan yang aman.
Dengan karakter badai yang dapat berkembang secara cepat, memahami peringatan badai petir dan segera menjalankan langkah perlindungan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko. Masyarakat terutama perlu meningkatkan kewaspadaan ketika ancaman memasuki kategori bahaya 3 dan 4 karena kondisi tersebut dapat membawa kombinasi petir, angin ekstrem, hujan es, banjir hingga tanah longsor.





















