Headline.co.id, Atlanta ~ Pertandingan Piala Dunia Argentina vs Inggris pada semifinal 2026 menghidupkan kembali rivalitas yang dibentuk oleh lima pertemuan lintas generasi. Laga dijadwalkan di Atlanta Stadium pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 15.00 waktu setempat atau Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Kedua tim berebut tiket menghadapi Spanyol di final setelah sama-sama lolos dari perempat final melalui babak perpanjangan waktu. Pentingnya duel ini tidak hanya berasal dari taruhannya, tetapi juga dari sejarah pertandingan pada 1962, 1966, 1986, 1998, dan 2002.
Rangkaian lima laga tersebut memuat kemenangan di fase grup, duel eliminasi, kontroversi, adu penalti, dan momen penebusan. Karena jarang terjadi, setiap pertemuan memperoleh tempat tersendiri dalam ingatan Piala Dunia dan terus menjadi rujukan ketika kedua tim kembali berhadapan.
Semifinal Atlanta merupakan pertemuan pertama mereka di Piala Dunia sejak 2002 dan yang pertama pada babak empat besar. Berikut konteks yang menjelaskan mengapa laga ini disebut sebagai duel klasik tanpa mengubah sejarah menjadi prediksi hasil.
Awal Rivalitas pada Piala Dunia 1962 dan 1966
Inggris dan Argentina pertama kali bertemu di Piala Dunia pada fase grup edisi 1962. Inggris memenangi pertandingan dengan skor 3-1, membuka catatan persaingan kedua negara di turnamen sepak bola terbesar tersebut.
Laga pertama itu belum memiliki rangkaian drama seperti pertemuan-pertemuan berikutnya. Namun, hasil 1962 menjadi dasar rekor yang kemudian berkembang menjadi salah satu duel antarbenua paling dikenal di Piala Dunia.
Empat tahun setelah pertemuan pertama, kedua tim kembali berhadapan pada perempat final Piala Dunia 1966. Inggris menang 1-0 dan melanjutkan langkah hingga meraih gelar juara dunia.
Kemenangan tersebut membuat duel melawan Argentina menjadi bagian dari perjalanan paling penting dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada saat yang sama, pertandingan babak gugur itu memperbesar bobot persaingan karena kekalahan langsung mengakhiri turnamen salah satu tim.
Dua Gol Maradona pada Piala Dunia 1986
Pertemuan 1986 kembali berlangsung di perempat final dan berakhir dengan kemenangan Argentina 2-1. Diego Maradona mencetak dua gol yang memiliki karakter sangat berbeda dan menjadi bagian utama dalam narasi pertandingan.
Gol pertama kemudian dikenal luas sebagai gol Tangan Tuhan karena bola masuk setelah kontak dengan tangan Maradona tidak dihukum wasit. Gol keduanya lahir melalui aksi individu melewati sejumlah pemain Inggris dan dikenang sebagai salah satu gol paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia.
Argentina kemudian menjadi juara pada edisi tersebut. Dengan demikian, Inggris pada 1966 dan Argentina pada 1986 sama-sama pernah menyingkirkan rival ini dalam perjalanan menuju gelar dunia.
Adu Penalti 1998 dan Kartu Merah David Beckham
Pada babak 16 besar Piala Dunia 1998, Inggris dan Argentina bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Argentina memastikan kelolosan setelah menang 4-3 dalam adu penalti.
Pertandingan itu juga melekat dengan kartu merah David Beckham. Peristiwa tersebut menambah lapisan emosi dalam rivalitas karena Inggris harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit sebelum akhirnya tersingkir lewat adu penalti.
Dari sisi pencatatan hasil, laga tersebut masuk sebagai hasil imbang karena skor tetap 2-2 hingga perpanjangan waktu. Dari sisi kelolosan, Argentina menjadi tim yang melaju sehingga pembacaan rekor perlu membedakan hasil pertandingan dan pemenang adu penalti.
Penalti Beckham Menentukan Duel Terakhir pada 2002
Empat tahun kemudian, kedua tim bertemu pada fase grup Piala Dunia 2002. Inggris menang 1-0 melalui penalti Beckham, sebuah momen yang kerap dipandang sebagai jawaban atas pengalaman sulit sang pemain pada pertandingan 1998.
Itulah pertemuan terakhir Inggris dan Argentina di Piala Dunia sebelum semifinal 2026. Setelah 24 tahun tanpa duel di turnamen ini, konteks 2002 kembali dibicarakan karena menutup rangkaian lama sebelum pertemuan baru di Atlanta.
Mengapa Semifinal 2026 Berbeda?
Semifinal 2026 memiliki tahap kompetisi yang belum pernah menjadi arena pertemuan kedua tim. Lima laga sebelumnya berlangsung dua kali di fase grup, dua kali di perempat final, dan sekali pada babak 16 besar.
Kali ini, pemenang langsung mendapatkan tempat di final melawan Spanyol. Inggris dan Argentina juga tiba setelah sama-sama membutuhkan perpanjangan waktu pada perempat final, tetapi tidak tersedia dasar yang cukup dalam bahan untuk memastikan pengaruhnya terhadap kondisi atau strategi tim.
Rekor Piala Dunia sebelum pertandingan menunjukkan Inggris menang tiga kali, Argentina menang sekali, dan satu laga berakhir imbang dengan Argentina lolos lewat penalti. Angka tersebut membantu membaca perjalanan rivalitas, sedangkan hasil semifinal baru dapat ditetapkan setelah laga berakhir.
Hal yang Perlu Diperhatikan Pembaca Indonesia
Kick-off berlangsung Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB, meskipun jadwal lokal Atlanta masih menunjukkan Rabu, 15 Juli. Perbedaan hari terjadi karena selisih zona waktu antara lokasi pertandingan dan Indonesia.
Hingga pertandingan selesai, informasi yang tepat adalah jadwal dan status semifinal, bukan hasil. Skor, pencetak gol, susunan pemain, serta tim yang lolos harus menunggu konfirmasi resmi setelah pertandingan.
Atlanta akan menjadi lokasi penambahan babak terbaru dalam rivalitas ini. Pertandingan keenam di Piala Dunia akan menentukan apakah Inggris kembali menang setelah 2002 atau Argentina mengulangi keberhasilan pada duel gugur 1986 dan 1998.














