Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempercepat proses sertifikasi guru sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional. Sebanyak 60.896 guru telah dipanggil untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahun 2026 Tahap 2. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG), Ferry Maulana Putra, menyatakan bahwa para peserta yang dipanggil telah memenuhi persyaratan administrasi dan berasal dari berbagai daerah, termasuk Aceh hingga Papua, serta satuan pendidikan Indonesia di luar negeri. “Pemanggilan calon peserta PPG bagi Guru Tertentu Tahap 2 merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat penuntasan sertifikasi guru di Indonesia. Kami mengimbau para guru yang terpanggil untuk segera mengonfirmasi kesediaan melalui akun SIMPKB masing-masing,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima , Senin (29/6/2026).
Proses dan Tahapan PPG 2026
Peserta dapat mengecek status pemanggilan melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) dan mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tahapan PPG dimulai dari konfirmasi kesediaan pada 22–28 Juni 2026, dilanjutkan dengan lapor diri pada 1–4 Juli 2026, serta orientasi pada 8 Juli 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti pembelajaran mandiri melalui platform Ruang GTK pada 8 Juli hingga 12 Agustus 2026, sebelum menjalani Uji Kompetensi Peserta PPG (UKPPPG).
Pengakuan dan Tunjangan Profesi Guru
Guru yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat pendidik, yang merupakan pengakuan formal bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi sebagai tenaga profesional. Sertifikat ini juga menjadi salah satu syarat untuk memperoleh tunjangan profesi guru sesuai ketentuan yang berlaku. Program ini menjadi babak penting bagi puluhan ribu guru yang telah lama menantikan kesempatan sertifikasi, terutama bagi mereka yang mengajar di wilayah terpencil dan daerah dengan akses pendidikan terbatas.
Dukungan dan Komitmen Pemerintah
Data Direktorat PPG menunjukkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 8.565 guru, disusul oleh Jawa Timur dengan 6.548 guru, Sumatra Utara 4.425 guru, dan Jawa Tengah 3.964 guru. Besarnya jumlah peserta mencerminkan tingginya semangat para pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pengajaran. Hal ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesiapan guru untuk terus belajar dan beradaptasi.
Percepatan PPG menjadi bagian penting dari reformasi pendidikan yang tengah dijalankan pemerintah. Semakin banyak guru tersertifikasi, semakin kuat fondasi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan. Direktorat PPG juga mengajak pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk aktif mendampingi peserta selama proses PPG berlangsung. Dukungan tersebut dinilai krusial agar semakin banyak guru dapat menyelesaikan program dengan baik dan segera memperoleh sertifikat pendidik.
Pada akhirnya, percepatan sertifikasi guru bukan semata tentang memenuhi target administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan setiap ruang kelas di Indonesia diisi oleh guru profesional yang mampu mencetak generasi unggul.




















