Headline.co.id, Bandung ~ Perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial yang masif telah mengubah pola komunikasi publik secara signifikan. Pemerintah kini dituntut untuk memperkuat strategi komunikasi publik agar dapat menjangkau masyarakat secara efektif, membangun kepercayaan, dan memastikan informasi yang disampaikan dapat dipahami secara utuh. Hal ini disampaikan oleh Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, dalam Bimbingan Teknis Juru Bicara Pemerintah di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026).
Rustika menekankan bahwa komunikasi publik saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring berkembangnya ekosistem digital. Informasi tidak lagi bergerak satu arah, melainkan berlangsung dalam ruang percakapan dinamis yang melibatkan berbagai aktor, platform, dan kepentingan. Oleh karena itu, pemerintah perlu membangun narasi yang kuat dan berbasis data untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan publik.
Menurut Rustika, narasi yang kuat dan berbasis data menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital. “Komunikasi publik yang efektif harus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul secara bersamaan, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun politik,” ujarnya. Setiap pesan yang disampaikan perlu didukung oleh data yang akurat, bahasa yang mudah dipahami, serta pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pentingnya Deteksi Dini dan Respons Cepat
Rustika juga menyoroti pentingnya kemampuan pemerintah dalam mendeteksi isu secara dini dan merespons perkembangan informasi secara cepat dan tepat. Koordinasi komunikasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi disinformasi dan berbagai narasi yang berkembang di ruang digital. “Strategi komunikasi publik perlu mengedepankan transparansi, penyampaian fakta, serta penjelasan yang komprehensif mengenai kebijakan dan langkah-langkah yang diambil pemerintah,” tambahnya.
Pendekatan AIAS-GOV dalam Komunikasi
Rustika memperkenalkan pendekatan komunikasi berbasis AIAS-GOV yang menitikberatkan pada tiga tahapan utama: aktivasi narasi, difusi pesan melalui berbagai saluran komunikasi, serta penciptaan resonansi agar pesan dapat dipahami dan diteruskan oleh masyarakat secara luas. Dengan strategi komunikasi yang terintegrasi, responsif, dan berbasis data, pemerintah diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan tersampaikan secara efektif kepada seluruh lapisan masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital yang semakin kompleks, serta memastikan bahwa informasi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.























