Headline.co.id, Banda Aceh ~ Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 akan digelar dengan pendekatan baru melalui skema penyelenggaraan kolektif. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengumumkan bahwa festival ini akan melibatkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas, pelaku industri kreatif, dan sektor swasta. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 11–14 September 2026 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.
Transformasi ini menandai langkah baru dalam pengembangan ACF setelah sembilan kali penyelenggaraan sejak 2014. Skema kolektif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem event yang lebih partisipatif, mandiri, dan berkelanjutan, menggantikan model sebelumnya yang bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, menyatakan, “Kami optimistis model ini dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan event pariwisata daerah ke depan.”
Kolaborasi dan Partisipasi Luas
Kesempatan untuk terlibat dalam gerakan kolektif ACF 2026 akan dibuka bagi pelaku dan pemerhati sektor kuliner, seni, budaya, dan ekonomi kreatif lainnya. Pendaftaran akan diumumkan melalui platform daring dalam waktu dekat. Festival ini telah meraih berbagai prestasi nasional, termasuk masuk dalam Top 100 Calendar of Events Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sejak 2016.
Peran Strategis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh
Meskipun mengusung skema kolektif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tetap menjalankan peran strategis sebagai lead sector penyelenggaraan. Paviliun Kuliner di anjungan kabupaten/kota akan menjadi ikon utama festival ini, memperkuat fungsi Taman Ratu Safiatuddin sebagai ruang budaya yang produktif dan bermanfaat bagi pelaku ekonomi kreatif Aceh.
Pengelolaan Kekayaan Intelektual
ACF 2026 juga mencatat tonggak penting dalam pengelolaan kekayaan intelektual dengan memperoleh sertifikat merek atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). “Kami berkomitmen melindungi karya-karya yang lahir dari ekosistem industri kreatif,” ujar Dedy Yuswadi. Sertifikat merek ini dimiliki bersama oleh Wan Windi Lestari sebagai Founder dan Festival Director, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh sebagai co-founder.
Wan Windi Lestari menambahkan bahwa ACF Kolektif berpotensi menjadi model baru penyelenggaraan hallmark event daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Kami mengapresiasi komitmen Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang bersedia bersama-sama mencoba pendekatan baru ini,” katanya.
Aceh Culinary Festival 2026 mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan kolektif yang merayakan kuliner, budaya, kreativitas, serta semangat kolaborasi Aceh.




















