Headline.co.id, Gorontalo ~ Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan jajanan anak sekolah sebagai bagian integral dari keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM RI, Agus Yudis Pradana, menyatakan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam acara peluncuran pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk uji keamanan pangan jajanan anak sekolah secara serentak dengan jumlah sampel terbanyak yang diadakan oleh Saka POM Gorontalo pada Selasa (9/6/2026), Direktur Agus menegaskan pentingnya inisiatif yang melibatkan anggota Saka POM. “Ini adalah bentuk aksi nyata dalam membangun budaya keamanan pangan sejak usia sekolah melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Direktur Agus.
Agus juga menjelaskan bahwa keamanan pangan adalah aspek yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, pangan yang bergizi harus dipastikan aman untuk dikonsumsi. “Keamanan pangan menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pemenuhan gizi masyarakat,” pungkasnya.
Pengawasan terhadap jajanan anak sekolah, lanjut Agus, sejalan dengan upaya mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Ia menambahkan bahwa berbagai kasus keracunan pangan yang masih terjadi di sejumlah daerah menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan.
BPOM terus mendorong keterlibatan pemerintah daerah, sekolah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam menciptakan budaya keamanan pangan yang berkelanjutan.




















