Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas. Hal ini disampaikan setelah peringatan dini tsunami akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Mindanao, Filipina, yang terjadi pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 06.37 WIB, resmi dicabut.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi rumah dan gedung yang terdampak gempa sebelum digunakan kembali. “Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” ujarnya di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan observasi di sejumlah wilayah terdampak, kondisi muka air laut telah kembali normal dan tidak menunjukkan kenaikan signifikan yang membahayakan. Oleh karena itu, BMKG mengakhiri status peringatan dini tsunami pada pukul 10.15.51 WIB. BMKG juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah membantu penyebarluasan informasi serta melakukan langkah-langkah evakuasi secara cepat selama masa tanggap darurat.
Untuk mendukung penanganan pascagempa, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyatakan bahwa pihaknya akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik dan mikroseismik. Pemetaan makroseismik dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran kerusakan akibat gempa bumi, sedangkan pemetaan mikroseismik bertujuan memantau aktivitas gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.
“Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk survei gempa bumi merusak dan monitoring dampak dari gempa tersebut,” kata Teguh. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami. Langkah antisipasi, mitigasi, dan perlindungan diri dinilai penting untuk meminimalkan risiko dan mewujudkan target nol korban (zero victim) pada setiap kejadian bencana.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan peringatan dini, BMKG terus bersiaga selama 24 jam dan memperkuat sistem pemantauan melalui pemasangan ribuan sensor di berbagai wilayah Indonesia agar informasi kebencanaan dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG guna menghindari hoaks atau informasi yang menyesatkan. Informasi kebencanaan dapat diakses melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG, serta akun media sosial resmi BMKG.
Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, masyarakat diharapkan tetap mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi bangunan sebelum kembali menempati rumah atau gedung yang terdampak gempa.





















