Headline.co.id, Sleman ~ Rois atau petugas pelayanan keagamaan di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pemahaman mereka harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Tempel, H. Subagyo, dalam acara Pengajian Pembinaan Rois se-Kalurahan Margorejo yang berlangsung di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo, Kamis (4/6/2026).
Subagyo menekankan bahwa peran rois tidak hanya terbatas pada penanganan peristiwa kematian, tetapi juga penting dalam menjaga harmoni sosial dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang tata cara pengurusan jenazah (ngrukti jenazah) dan penyelesaian utang yang masih menjadi tanggungan setelah seseorang meninggal dunia. Materi ini dianggap penting karena sering dihadapi masyarakat dan memerlukan pemahaman yang tepat agar sesuai dengan tuntunan agama.
Menurut Subagyo, pemahaman tentang hak dan kewajiban terkait jenazah, termasuk penyelesaian utang almarhum, merupakan bagian penting dari edukasi keagamaan masyarakat. Ia berharap para rois dapat menjadi penyambung informasi yang tepat untuk mencegah kesalahpahaman dalam praktik di lapangan.
Selain itu, kegiatan ini juga membahas peran generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua Paguyuban Rois, H. Abdul Aziz, menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial dan keagamaan agar nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga. “Pemuda memiliki energi, kreativitas, dan semangat yang besar. Mereka perlu diberikan ruang untuk berkontribusi dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Regenerasi tidak bisa ditunda karena masa depan pelayanan sosial dan keagamaan juga berada di tangan generasi muda,” ujarnya.
Abdul Aziz menambahkan bahwa kolaborasi tokoh senior dan generasi muda akan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi pelayanan masyarakat yang telah berjalan baik. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pengukuran seragam bagi anggota paguyuban sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas kelembagaan dan meningkatkan profesionalitas serta kepercayaan diri para rois dalam menjalankan tugas pelayanan.
Kegiatan pembinaan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas tokoh masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh pembangunan karakter, kepemimpinan, dan regenerasi sosial. Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, keberadaan rois yang kompeten serta keterlibatan aktif generasi muda menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan sosial, memperkuat solidaritas warga, dan memastikan nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat.


















