Headline.co.id, Batu ~ Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan bahwa ekonomi Aceh mengalami pertumbuhan sebesar 4,09 persen pada Triwulan I-2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menyatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan aktivitas di berbagai sektor strategis, terutama selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dari sisi produksi, terdapat peningkatan produksi daging ayam, sapi, dan kerbau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum juga mengalami peningkatan setelah pemulihan dari bencana banjir. Agus Andria menambahkan, “Sektor konstruksi juga tumbuh signifikan seiring dengan meningkatnya penjualan semen sekitar 30 persen yang didorong oleh rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara, hunian tetap, jalan, dan jembatan.”
Dari sisi konsumsi, daya beli masyarakat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah aparatur sipil negara (ASN) serta pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR). Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami peningkatan sebesar 2,70 persen secara tahunan. Sementara itu, dari sisi eksternal, ekspor luar negeri meningkat sejalan dengan naiknya ekspor batu bara, sedangkan impor menurun akibat turunnya impor pupuk dan migas.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan dengan lebih dari 650 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas penyediaan makan minum, industri makanan, dan perdagangan. Di sisi lain, struktur ekonomi Aceh masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,70 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh. Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 15,92 persen, administrasi pemerintahan 8,99 persen, konstruksi 8,72 persen, serta transportasi dan pergudangan 6,53 persen.
Dari sisi pertumbuhan, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,96 persen, diikuti oleh sektor konstruksi sebesar 15,95 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,54 persen. “Di tingkat regional Sumatra, Aceh mencatat kontribusi sebesar 4,88 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatra,” ujar Agus Andria.





















