Headline.co.id, Banda Aceh ~ Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, melakukan kunjungan ke Aceh untuk meninjau langsung penanganan bencana di wilayah tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang masih berlangsung di beberapa daerah. Adriaan disambut oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, di Meuligoe Gubernur Aceh pada Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas dukungan Pemerintah Belanda terhadap penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh serta peluang kerja sama jangka panjang di berbagai sektor strategis. Adriaan menyatakan keprihatinannya atas bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh belakangan ini. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Belanda telah memberikan dukungan dalam penanganan banjir di Aceh dan ingin melihat langsung bagaimana penanganan tersebut berjalan.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana penanganan bencana berjalan dan bagaimana bantuan yang telah diberikan dapat mendukung masyarakat,” ujar Adriaan. Ia menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Belanda tidak hanya terbatas pada penanganan banjir, tetapi juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang pembangunan jangka panjang.
Adriaan juga menyatakan kegembiraannya melihat masyarakat Aceh yang terus bangkit dan berkembang pascatsunami. Ia menilai bahwa Aceh dan Belanda memiliki hubungan sejarah yang panjang dan erat sejak masa lalu. Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada delegasi Kedutaan Besar Belanda. “Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyambut baik kunjungan ini dan siap memberikan dukungan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan untuk mendukung pembangunan daerah. Ia menyebutkan bahwa sektor-sektor potensial yang dapat dikembangkan bersama Aceh dan Belanda meliputi pertanian, perkebunan, hingga pertambangan. “Pemerintah Aceh membuka diri terhadap berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bersama dan mendukung pembangunan Aceh ke depan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kerja sama Aceh dan Belanda di berbagai bidang pembangunan dan penanggulangan bencana.




















