Headline.co.id, Langgur ~ Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Festival dan Pameran Pendidikan dibuka di Lapangan Upacara Dinas Pendidikan, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Senin (27/4/2026). Acara ini tidak hanya menjadi ajang bagi pelajar untuk menunjukkan bakat mereka, tetapi juga menyoroti hubungan pendidikan dan pengembangan ekonomi kreatif.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menyatakan bahwa festival ini merupakan bagian dari ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan pembangunan ekonomi daerah. “Kita menyaksikan karya-karya luar biasa dari para siswa. Ini membuktikan bahwa sekolah telah berperan sebagai inkubator kreativitas, tempat bakat anak-anak diasah menjadi produk bernilai,” ujarnya.
Rahantoknam juga menyoroti peran pelaku UMKM dan Tim PKK dalam pembelajaran kewirausahaan bagi siswa. Menurutnya, kearifan lokal yang dikelola secara inovatif dapat menjadi fondasi ekonomi daerah. Ia menambahkan bahwa dukungan dari dunia usaha dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. “Mendidik anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman. “Ilmu tanpa karakter akan hampa, dan karakter tanpa ilmu akan sulit bersaing,” katanya. Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudah Arif Hanoeboen, menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari penguatan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “Ini adalah panggung bagi siswa untuk menampilkan hasil pembinaan yang dilakukan di sekolah,” ujarnya.
Berbagai pertunjukan seni turut memeriahkan kegiatan, mulai dari tarian tradisional, vokal, hingga nyanyian adat yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Festival ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat dan mencapai puncaknya pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan tema busana Nusantara. Pada peringatan Hardiknas tahun ini, Dinas Pendidikan juga mengangkat tema parenting yang menekankan peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter,” ungkapnya.
Selain pertunjukan seni, kegiatan juga diisi dengan diskusi publik terkait transformasi pendidikan di wilayah kepulauan. Festival ini turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan pameran untuk memasarkan produk lokal. Pemerintah daerah berharap kolaborasi sekolah, orang tua, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Tenggara. (MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)




















