Headline.co.id, Batang ~ Seiring dengan pertumbuhan sektor industri di Kabupaten Batang, kebutuhan tenaga kerja operator forklift semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) telah menginisiasi program pelatihan dan sertifikasi bagi calon operator forklift.
Kepala Disnaker Batang, Suprapto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan 20 peserta untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2 di lembaga pelatihan Akualita, Semarang. “Operator forklift ini memang masih dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di Batang, terutama untuk mendukung mobilitas barang di sektor pergudangan dan industri,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disnaker Batang, Jumat (3/4/2026).
Suprapto menjelaskan bahwa meskipun kebutuhan tenaga kerja ini tidak terlalu besar di setiap perusahaan, hampir seluruh industri memerlukan operator forklift untuk mendukung aktivitas produksi dan distribusi barang. Pelatihan ini juga mencakup pemahaman tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang menjadi standar wajib bagi operator.
“Operator forklift harus memiliki kompetensi sekaligus sertifikasi K3 agar dapat bekerja sesuai standar keselamatan. Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan ini cukup tinggi, dengan lebih dari 100 orang dinyatakan memenuhi syarat. Namun, kuota pelatihan forklift dibatasi hanya 20 peserta,” jelasnya. Pelatihan dilakukan secara bertahap, dengan 6 peserta telah dikirimkan dan sisanya akan menyusul, karena mereka harus memiliki sertifikasi khusus untuk mengoperasikan alat berat.
Selain operator forklift, Suprapto menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Batang tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 orang. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja meliputi industri garmen, bidang K3 dan teknis, serta industri mebel seperti rotan sintetis yang membutuhkan tenaga las, penganyam, dan pengukir.
Suprapto juga mengimbau masyarakat, khususnya pencari kerja, untuk terus meningkatkan keterampilan dan soft skill agar mampu bersaing di dunia kerja. “Ke depan peluang kerja cukup besar, terutama bagi tenaga kerja laki-laki. Kalau tidak mempersiapkan diri, nanti hanya akan menjadi penonton,” pungkasnya.
Melalui berbagai program pelatihan tersebut, Disnaker Batang berharap dapat menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap terserap di dunia industri yang terus berkembang di daerah. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)






















