Headline.co.id, Jakarta ~ Produk air minum dalam kemasan (AMDK) asal Indonesia berhasil menjadi satu-satunya produk air mineral yang paling populer di Asia dan Asia Tenggara. Popularitas ini didorong oleh kebutuhan dasar masyarakat, harga yang terjangkau, serta ketersediaan produk yang luas di pasar ritel.
Menurut hasil riset Seasia.stats yang diterima pada Rabu (1/4/2026), Aqua menjadi merek air kemasan paling populer di Indonesia. Seasia.stats mencatat bahwa dominasi brand air minum dalam kemasan asli Indonesia ini menjadi alasan produk tersebut mencatatkan volume penjualan terbesar di Tanah Air. Dominasi ini mencerminkan kuatnya preferensi konsumen terhadap air minum kemasan lokal sebagai pilihan utama konsumsi harian.
Di berbagai negara ASEAN lainnya, kekuatan brand domestik juga tetap menonjol. Malaysia mengandalkan merek lokal Spritzer, Singapura dengan Dasani, Singha di Thailand, Wilkins di Filipina, dan La Vie di Vietnam. Sementara itu, Korea Selatan memiliki Samdasoo, India dengan Bisleri, di Cina dipimpin oleh Nongfu Spring, Almarai di Arab Saudi, Erikli di Turki, dan Damavand di Iran. Semua produk lokal ini berhasil mempertahankan dominasi pasar melalui kombinasi harga kompetitif, jangkauan distribusi luas, dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.
Namun, preferensi konsumsi air kemasan tidak sepenuhnya seragam. Di Jepang dan Sri Lanka, misalnya, penjualan air kemasan tidak didominasi oleh air mineral. Di Jepang, penjualan air kemasan didominasi oleh minuman teh, terutama merek Oi Ocha yang mencerminkan budaya konsumsi teh yang kuat. Sementara itu, di Pakistan dan Australia, penjualan air kemasan dipimpin oleh merek global seperti Pepsi dan Coca-Cola.
Kasus unik terlihat di Sri Lanka, di mana minuman tradisional Orange Barley produksi Elephant House tetap menjadi favorit nasional. Hal ini menunjukkan kuatnya pengaruh budaya lokal terhadap pilihan konsumen. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan global memiliki skala besar, kekuatan merek lokal tetap menjadi faktor utama dalam membentuk pasar minuman botolan di banyak negara Asia. Indonesia, melalui Aqua, menjadi contoh bagaimana brand nasional mampu bertahan dan memimpin di tengah kompetisi industri minuman regional yang semakin ketat.


















