Headline.co.id, Jantho ~ Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan bahwa stok kebutuhan masyarakat menjelang tradisi meugang aman dan mencukupi. Hal ini dilakukan melalui pengawasan ketat terhadap pasokan dan kesehatan hewan ternak. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, M. Ali, menyatakan bahwa pemantauan rutin dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di Aceh Besar, tetapi juga untuk wilayah Banda Aceh dan Sabang yang bergantung pada suplai dari daerah tersebut.
“Insya Allah persediaan untuk meugang tahun ini tercukupi, karena kita terus melakukan pengawasan secara intensif,” ujarnya pada Rabu, 18 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan oleh petugas di seluruh kecamatan melalui 12 unit Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan). Setiap pekan, petugas memantau kondisi kesehatan hewan guna memastikan kelayakan sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Petugas kita di 12 Poskeswan terus memantau kesehatan hewan setiap minggu. Ini bagian dari upaya kita agar pelaksanaan meugang berjalan sesuai harapan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. Selain memastikan kesehatan ternak, Dinas Pertanian juga mengimbau para pelaku usaha, khususnya pedagang dan pemilik ternak, untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau Rumah Potong Hewan Terpadu (RTH) Lambaro yang telah memiliki sertifikasi halal dan memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami sangat berharap kepada para toke atau pedagang yang ingin melakukan penyembelihan agar dilakukan di RTH Lambaro. Fasilitas ini sudah memiliki sertifikat halal dan memenuhi standar yang ditetapkan,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa biaya jasa pemotongan di RTH Lambaro relatif terjangkau, yakni sebesar Rp65 ribu per ekor, sebagaimana tercantum dalam papan informasi resmi di lokasi tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga terus memantau aktivitas pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Idulfitri. Penataan pasar yang telah dilakukan sebelumnya mulai menunjukkan hasil positif, baik dari sisi kenyamanan maupun kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah turut mengimbau seluruh pedagang dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta kebersihan pasar agar suasana kondusif dapat terus dipertahankan, terutama pada puncak aktivitas menjelang Hari Raya.





















