Headline.co.id, Malinau ~ Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Muhammad Fiteriady, mengajak siswa kelas XI dan XII SMA/SMK/MAN untuk memanfaatkan program beasiswa yang disediakan pemerintah daerah. Program ini, yang dikenal sebagai Desa Sarjana Unggul, bertujuan untuk mendukung pendidikan tinggi bagi generasi muda di Malinau.
Dalam acara sosialisasi beasiswa yang berlangsung di Ruang Laga Feratu pada Jumat (13/3/2026), Fiteriady menjelaskan bahwa program ini memberikan kesempatan luas bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menekankan pentingnya jalur prestasi sebagai alternatif bagi mereka yang merasa jalur umum terlalu sulit. “Kalau merasa jalur umum sulit, manfaatkan jalur prestasi. Selama kalian punya prestasi, peluang untuk mendapatkan beasiswa itu terbuka,” ujarnya.
Fiteriady juga menjelaskan mekanisme pembiayaan beasiswa tersebut. Jika penerima beasiswa mendapatkan dana pendidikan dari pemerintah daerah dan tidak seluruhnya digunakan, sisa dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan lainnya. Namun, jika penerima beasiswa tidak menyelesaikan pendidikan, mereka diwajibkan mengembalikan seluruh biaya yang telah dikeluarkan pemerintah daerah. “Misalnya selama empat tahun pemerintah daerah membiayai Rp50 juta per tahun, berarti total Rp200 juta. Jika tidak menyelesaikan pendidikan, maka biaya itu harus dikembalikan,” jelasnya.
Selain itu, penerima beasiswa diwajibkan untuk kembali dan mengabdi di daerah setelah lulus. Saat ini, aturan masa pengabdian minimal telah direvisi menjadi enam bulan, dari sebelumnya dua tahun. Kebijakan ini dibuat lebih fleksibel agar lulusan memiliki kesempatan lebih luas untuk mencari pengalaman kerja, baik di pemerintahan desa, mengikuti seleksi PPPK, CPNS, maupun bekerja di sektor swasta. “Kita melihat peluang kerja sekarang semakin terbuka. Jadi setelah enam bulan mengabdi di desa, mereka bisa mencari pekerjaan lain, baik di Malinau maupun di luar daerah,” katanya.
Fiteriady juga menyebutkan bahwa besaran beasiswa tergantung pada lokasi kampus dan program studi yang dipilih, mengingat perbedaan biaya kuliah dan biaya hidup di setiap daerah. Pemerintah daerah menetapkan standar bantuan sekitar Rp150 juta bagi mahasiswa yang kuliah di kampus yang belum memiliki kerja sama dengan pemerintah daerah. Sementara bagi kampus yang telah menjalin kerja sama resmi, pembiayaan dapat ditanggung lebih menyeluruh.
Ia mengingatkan para pelajar untuk memilih jurusan kuliah dengan matang agar memiliki peluang kerja yang baik setelah lulus. “Jangan asal memilih jurusan. Pilihlah yang memungkinkan kalian lebih mudah mendapatkan pekerjaan ketika kembali ke daerah,” pesannya.
Menutup penyampaiannya, Fiteriady menegaskan bahwa kesempatan yang diberikan pemerintah daerah melalui program beasiswa ini merupakan peluang besar bagi generasi muda Malinau untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Sekarang kalian tidak perlu terlalu memikirkan biaya. Pemerintah daerah sudah menyiapkan dukungan. Tinggal kalian yang menentukan mau kuliah di mana dan menjadi apa ke depan,” tambahnya. (MC Kab. Malinau/Eyv)





















