Headline.co.id, Merauke ~ Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai makanan bergizi gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi, bahkan ada yang membusuk. Pernyataan ini disampaikan Fauzun di Merauke pada Sabtu (21/2/2026) sebagai tanggapan atas dugaan kelalaian dalam penyediaan makanan untuk anak-anak.
Fauzun menegaskan, “Kami akan memastikan bahwa makanan yang disediakan memenuhi standar kualitas dan layak konsumsi.” Pemerintah Kabupaten Merauke mengimbau seluruh pengelola SPPG untuk memprioritaskan kualitas dan jaminan mutu makanan yang disediakan. Program MBG bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung pertumbuhan anak agar lebih cerdas dan sehat.
Wakil Bupati menyayangkan jika penerima manfaat justru mendapatkan makanan yang tidak sehat. “Ini sangat disayangkan, karena tujuan utama program ini adalah untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan anak-anak,” tegasnya. Proses distribusi yang tidak tepat waktu dapat menyebabkan kerusakan atau pembusukan makanan. Jika makanan tersebut tetap dikonsumsi, dikhawatirkan dapat menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan yang berdampak pada kesehatan anak.
Lebih lanjut, Fauzun menekankan pentingnya bagi SPPG untuk mempertimbangkan kapasitas produksi harian. Jumlah makanan yang disiapkan tidak boleh melampaui batas kemampuan dapur, karena hal tersebut akan mempengaruhi proses pengolahan dan kualitas akhir makanan. “Kapasitas produksi harus diperhatikan agar kualitas makanan tetap terjaga,” ujarnya.




















