Headline.co.id, Bantul ~ Seorang pria berinisial HTR (49) ditemukan meninggal dunia secara mendadak di rumah kontrakan di Jalan Parangtritis, Dusun Jurug, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Jumat (20/2/2026) pagi. Korban sebelumnya sempat sahur bersama keluarga dan kembali tidur sebelum akhirnya tidak merespons saat dibangunkan untuk salat Subuh. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban dan menduga kematian disebabkan kondisi kesehatan. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Panembahan Senopati Bantul atas permintaan keluarga.
Kapolres Bantul KBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan laporan penemuan korban meninggal mendadak diterima setelah keluarga menyadari korban tidak merespons saat dibangunkan.
“Benar, laporan diterima terkait seorang laki-laki meninggal dunia mendadak di rumah kontrakan wilayah Bangunharjo, Sewon. Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga meninggal karena sakit,” ujar Rita.
Korban diketahui bekerja di bidang perdagangan dan tinggal sementara di rumah kontrakan lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan sedang menjalani rawat jalan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 03.00 WIB saat saksi IPIT MUNIROH sahur bersama korban. Setelah makan, korban mengaku mengantuk dan berpamitan untuk kembali tidur. Sekitar pukul 04.20 WIB, saksi mencoba membangunkan korban untuk salat Subuh, namun tidak mendapat respons.
Saksi kemudian melaksanakan salat Subuh sendiri dan kembali membangunkan korban setelah selesai ibadah. Saat dicek, korban diketahui tidak bernapas sehingga saksi panik dan menghubungi keluarga serta berupaya meminta bantuan ambulans dari Puskesmas Sewon dan warga sekitar, namun belum mendapat respons.
Upaya pertolongan dilanjutkan dengan menghubungi PMI Kabupaten Bantul. Sekitar pukul 06.10 WIB, saksi lain, Siti Mudrikah, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sewon. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi mendapati tim PMI sudah berada di tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RS Panembahan Senopati Bantul bersama keluarga.
Polsek Sewon kemudian melakukan pendataan saksi dan penanganan awal di lokasi. Atas permintaan keluarga, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk disucikan sebelum proses pemakaman.
Rita menambahkan, petugas belum sempat berkoordinasi dengan tenaga medis karena korban telah lebih dulu dievakuasi PMI saat polisi tiba. Namun, hasil pemeriksaan awal menguatkan dugaan kematian akibat kondisi kesehatan korban.
“Menurut keterangan istri dan keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung dan sedang menjalani rawat jalan. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga,” kata Rita.
Kasus tersebut dipastikan tidak mengandung unsur tindak pidana setelah tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara pihak keluarga menerima kejadian sebagai kematian akibat sakit dan menolak proses autopsi.


















