Headline.co.id, Jogja ~ Tradisi berburu takjil di pasar Ramadan kembali menjadi magnet warga selama bulan suci Ramadan 2026 di Yogyakarta. Sejak sore hari, mulai pukul 14.30 hingga menjelang maghrib, pasar-pasar tiban di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo dipadati pengunjung yang mencari hidangan berbuka. Beragam kuliner tradisional hingga modern ditawarkan dengan harga terjangkau, menjadikan pasar Ramadan bukan hanya pusat belanja makanan, tetapi juga ruang silaturahmi. Fenomena ini berlangsung rutin setiap tahun selama Ramadan dan menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Jogja.
Momentum Ramadan mendorong pergerakan ekonomi sektor informal dan UMKM kuliner. Pedagang musiman hingga pelaku usaha lokal memanfaatkan tingginya mobilitas warga menjelang waktu berbuka. Berikut 11 pasar Ramadan di Jogja yang menjadi rujukan masyarakat untuk berburu takjil:
1. Kampung Ramadhan Jogokariyan
Berlokasi di sekitar Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Kampung Ramadhan Jogokariyan dikenal sebagai salah satu pusat takjil paling ramai di Kota Yogyakarta. Setiap sore, ruas jalan di sekitar masjid dipenuhi pedagang yang menawarkan beragam menu, mulai dari sate kere, tempe mendoan, pempek panggang, hingga jajanan modern seperti dimsum dan odeng. Minuman segar seperti es melon, es teh kampul, es cokelat, dan es pisang ijo menjadi pilihan favorit pembeli.
Suasana religius yang kental terasa karena aktivitas pasar berpadu dengan kegiatan ibadah di masjid. Warga datang tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka dalam suasana kebersamaan.
2. Pasar Ramadhan Kampung Langenastran
Terletak di Jalan Langenastran Kidul, kawasan Kraton, pasar ini menghadirkan pengalaman berburu takjil dengan latar suasana kampung yang masih kental nuansa tradisionalnya. Aroma kuliner langsung tercium sejak pengunjung memasuki area pasar.
Beragam pilihan tersedia, mulai dari mille crepes, cumi bakar, jagung manis, sosis bakar, hingga aneka gorengan. Saat cuaca panas, es buah segar menjadi incaran utama. Pasar ini cocok bagi warga yang ingin menikmati kombinasi kuliner tradisional dan kekinian dalam satu lokasi.
3. Pasar Ramadhan Maguwoharjo
Berlokasi di sekitar Stadion Maguwoharjo, pasar ini menjadi pusat keramaian warga Sleman setiap sore mulai pukul 15.00 WIB. Deretan pedagang berjajar menawarkan aneka jajanan seperti cilung, telur gulung, tempe mendoan, bakso, dan nasi pecel.
Tidak hanya itu, tersedia pula jajanan modern seperti corn dog dan minuman boba yang digemari anak muda. Harga yang relatif terjangkau membuat pasar ini diminati berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga keluarga.
4. Pasar Sore Ramadhan Kauman
Berada di kawasan Ngupasan, dekat Masjid Gedhe Kauman, pasar ini dikenal sebagai salah satu pasar Ramadan tertua di Jogja sejak era 1990-an. Lebih dari 50 jenis makanan dan minuman dijajakan setiap sore.
Menu khas seperti kicak dan songgo buwono menjadi daya tarik utama yang jarang ditemukan di tempat lain. Selain aktivitas jual beli, kawasan ini juga rutin menggelar pembagian takjil gratis di area masjid, memperkuat nilai sosial dan kebersamaan Ramadan.
5. Pasar Ramadhan GOR Klebengan
Area parkir GOR Klebengan yang selama ini dikenal sebagai sentra street food semakin semarak saat Ramadan. Jumlah pedagang meningkat dengan tambahan lapak takjil yang menjual gorengan, sate, nasi lauk, hingga minuman kekinian.
Lokasinya yang luas dan mudah diakses menjadikan pasar ini pilihan mahasiswa dan keluarga untuk ngabuburit santai sebelum berbuka puasa.
6. Pasar Takjil Alun-Alun Wates
Di kawasan Alun-Alun Wates, lebih dari 30 stan berjejer menawarkan aneka kuliner tradisional hingga internasional. Makanan Nusantara berdampingan dengan jajanan Korea, Jepang, dan China.
Pasar ini tidak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga ruang pertemuan warga Kulon Progo yang memanfaatkan momen Ramadan untuk mempererat silaturahmi.
7. Pasar Ramadhan Masjid Kota Gede
Terletak di sekitar Masjid Gedhe Mataram Kotagede, pasar ini menghadirkan suasana khas kawasan bersejarah Kotagede. Nuansa budaya dan arsitektur klasik perkampungan tua menambah pengalaman berbeda saat berburu takjil.
Pengunjung dapat menemukan makanan tradisional maupun modern dengan harga terjangkau, sambil menikmati atmosfer Ramadan yang berpadu dengan nilai sejarah.
8. Pasar Ramadhan Pakualaman
Pasar di kawasan Pakualaman ini dikenal dengan dekorasi payung warna-warni yang menghiasi area jualan. Sejak 2015, pasar ini menjadi salah satu ikon berburu takjil dengan tampilan visual yang menarik.
Selain jajanan tradisional dan kekinian, tersedia pula pakaian dan kebutuhan Lebaran. Lokasinya yang strategis memudahkan akses warga dari berbagai penjuru kota.
9. Pasar Ramadhan Kampung Blado
Berlokasi di Banguntapan, Bantul, pasar ini pertama kali hadir saat pandemi Covid-19 sebagai bentuk inisiatif warga untuk menjaga aktivitas ekonomi. Meski lahir dalam situasi sulit, pasar ini berkembang menjadi destinasi utama berburu takjil di wilayah tersebut.
Suasana hangat dan rasa solidaritas antarwarga menjadi ciri khas yang masih terasa hingga kini.
10. Pasar Sore Lembah UGM
Berada di kawasan Lembah UGM, tepatnya di sepanjang Jalan Notonegoro, pasar ini populer di kalangan mahasiswa. Harga makanan yang relatif terjangkau menjadi daya tarik utama.
Menu seperti kolak, es teler, es cendol, hingga jajanan kekinian tersedia lengkap. Perpaduan suasana akademis dan semangat muda menjadikan pengalaman ngabuburit terasa lebih hidup.
11. Pasar Ramadhan Lapangan Denggung
Pasar yang berada di kawasan Denggung, Sleman, menawarkan suasana taman yang asri dan nyaman untuk keluarga. Selain takjil, tersedia pula kebutuhan pokok seperti sayur, beras, dan bahan dapur lainnya.
Pengunjung dapat menikmati jajanan kaki lima seperti bakso tusuk, cilok, dan telur gulung sambil bersantai di area taman hingga waktu berbuka tiba.
Sebagian besar pasar Ramadan di Jogja mulai beroperasi sekitar pukul 14.30–15.00 WIB hingga menjelang maghrib. Harga takjil umumnya ramah di kantong dengan banyak pilihan di bawah Rp10.000. Di beberapa lokasi, seperti kawasan Masjid Gedhe Kauman, pembagian takjil gratis rutin dilakukan setiap sore.
Keberadaan pasar Ramadan di Jogja tidak hanya memperkuat tradisi kuliner tahunan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal serta ruang sosial yang mempererat hubungan antarwarga selama bulan suci.








