Headline.co.id, Jakarta ~ Bea Cukai bersama Bareskrim Polri berhasil menggerebek sebuah laboratorium pembuatan sabu di Sunter, Jakarta Utara. Dalam operasi tersebut, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 13 kilogram. Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menyampaikan keterangan resmi mengenai penggerebekan ini pada Rabu (18/2/2026).
Kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai saat memeriksa barang kiriman pos asal Iran menggunakan mesin pemindai x-ray di Kantor Pos Pasar Baru, Kamis (12/2). Petugas menemukan kristal biru yang disembunyikan di dinding kemasan peti kulit. Setelah diuji, kristal tersebut terbukti positif mengandung narkotika golongan I jenis sabu dengan berat sekitar 11,56 kilogram.
Barang bukti tersebut kemudian diserahkan kepada Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk dilakukan controlled delivery. Dari pengembangan kasus ini, pada Jumat (13/2), aparat mengamankan seorang warga negara Iran berinisial KKF sebagai penerima paket di sebuah apartemen di Pluit.
Selanjutnya, pada Sabtu (14/2), tim menangkap tersangka lain, warga negara Iran berinisial SB, yang diduga berperan sebagai peracik sabu. Pada hari yang sama, tim juga menggerebek sebuah apartemen di Sunter yang difungsikan sebagai laboratorium pembuatan sabu. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan tambahan sabu seberat 1.683 gram beserta berbagai peralatan produksi seperti kompor portabel, timbangan, cairan kimia, alat penggiling serbuk, dan limbah sisa pengolahan.
Pada Minggu (15/2), tim gabungan melaksanakan olah TKP forensik. Direktur Syarif menegaskan bahwa pengungkapan ini memiliki makna penting bagi keselamatan publik. “Penindakan ini menjadi bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat. Setiap kilogram narkotika yang berhasil digagalkan peredarannya berarti kita mencegah potensi kerusakan ribuan generasi muda serta menjaga ketahanan sosial keluarga Indonesia,” tegasnya.
Keberadaan laboratorium narkotika di kawasan hunian padat penduduk menimbulkan risiko besar, seperti penyalahgunaan obat terlarang serta potensi bahaya kebakaran dan paparan bahan kimia beracun. Oleh karena itu, pengungkapan lab pembuatan sabu ini dinilai memberi manfaat langsung berupa peningkatan rasa aman warga sekitar serta pencegahan risiko kesehatan lingkungan.
Seluruh barang bukti dan tersangka kini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian masih mendalami guna menelusuri jaringan internasional yang terlibat.



















