Headline.co.id, Gresik ~ Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat ekonomi lokal melalui penyelenggaraan Festival Seni dan Karya Pendidikan ke-III Tahun 2026. Acara ini berlangsung di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, pada Rabu (11/2/2026). Festival ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dan dirancang sebagai wadah untuk mengaktualisasikan bakat, kreativitas, serta pembentukan karakter generasi muda Bawean, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Sebelum membuka acara, Wakil Bupati Alif bersama rombongan mengunjungi stan-stan pelaku UMKM yang turut meramaikan festival. Ia menyempatkan diri menyapa para pedagang dan membeli beberapa produk kuliner lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi kerakyatan di wilayah kepulauan tersebut. Dalam sambutannya, Alif menyatakan, “Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus mendukung kegiatan positif yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.”
Festival ini mengusung tema “Experience is The Best Teacher for The Future” dan diisi dengan berbagai agenda, seperti lomba seni, pameran karya siswa, bazar pendidikan, serta pentas kreativitas. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk menampilkan potensi mereka di luar ruang kelas, memperkuat rasa percaya diri, dan melatih kolaborasi antar sekolah. Selain itu, festival ini juga menjadi ajang pelestarian budaya lokal Bawean melalui pertunjukan seni tradisional dan karya keterampilan siswa.
Sinergi dunia pendidikan dan pelaku UMKM menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gresik menilai bahwa penguatan pendidikan di wilayah kepulauan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang inklusif dan merata. Festival Seni dan Karya Pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda Bawean untuk tumbuh menjadi individu yang kreatif, berdaya saing, dan berakar pada budaya lokal.






















