Headline.co.id, Bangunan ~ Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana membangun 454 toilet dan merenovasi lebih dari 500 sekolah di kawasan transmigrasi sepanjang tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi untuk memperbaiki infrastruktur dasar dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat setempat. Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan bahwa revitalisasi ini menjadi fokus utama kebijakan transmigrasi saat ini.
Pemerintah berusaha menata berbagai persoalan lama, terutama yang berkaitan dengan lahan, infrastruktur dasar, fasilitas kesehatan, serta layanan pendidikan di kawasan transmigrasi. Menteri Iftitah menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur sangat diperlukan karena masih banyak kawasan transmigrasi yang mengalami keterbatasan sarana. Beberapa jembatan dan jalan rusak, fasilitas kesehatan kurang memadai, dan sarana pendidikan membutuhkan pembenahan menyeluruh agar layanan publik dapat meningkat.
Pembangunan 454 toilet akan dilakukan di 154 kawasan transmigrasi untuk memperbaiki sanitasi dasar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan lingkungan sekaligus menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah bagi siswa dan tenaga pendidik. Renovasi lebih dari 500 unit sekolah juga dilakukan mengingat kondisi sebagian bangunan sebelumnya memprihatinkan. Di beberapa lokasi, satu toilet digunakan oleh ratusan siswa, dan bahkan dalam keadaan rusak tanpa pasokan air.
Selain perbaikan fisik, program revitalisasi juga mencakup penataan kepastian hukum atas lahan transmigrasi melalui program Trans Tuntas. Program ini bertujuan untuk memastikan hak masyarakat terlindungi secara administratif dan memberikan nilai ekonomi yang lebih. Selain revitalisasi, pemerintah juga menjalankan transformasi transmigrasi yang menekankan perubahan paradigma pembangunan kawasan.
Penataan lahan dilakukan agar statusnya bersih dan jelas sehingga memiliki kepastian hukum yang kuat serta dapat mendukung aktivitas ekonomi lokal. Transformasi juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi. Pemerintah menyiapkan program Transmigrasi Patriot untuk menghadirkan tenaga muda terdidik yang mampu mendorong kemajuan wilayah secara berkelanjutan dan inklusif.
Program pengembangan SDM tersebut disalurkan ke berbagai kawasan transmigrasi, termasuk sejumlah lokasi prioritas seperti Rempang di Kepulauan Riau, Mamuju di Sulawesi Barat, dan Merauke di Papua Selatan. Tujuannya adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta menekan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat lokal.





















