Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menekankan pentingnya peran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengawasi operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada Senin (9/2/2026), ia menyatakan bahwa mitra harus bertanggung jawab penuh dalam memantau sistem tata kelola dapur MBG, termasuk menyiapkan kepala koki cadangan untuk mengawasi proses memasak.
Nanik Sudaryati Deyang menambahkan bahwa mitra wajib membangun dapur sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari BGN. Hal ini penting agar dapur dapat dinilai layak mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari dinas kesehatan. Selain itu, mitra juga diwajibkan merekrut relawan yang telah melewati tes kesehatan dan melakukan tes berkala setiap empat bulan. Mitra juga harus memastikan karyawan terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.
Namun, Wakil Kepala BGN menegaskan bahwa mitra tidak boleh mengintervensi atau mendominasi dapur SPPG. Ia mengingatkan bahwa penutupan sementara dapur dapat dilakukan bukan hanya karena insiden keamanan pangan, tetapi juga jika ditemukan penyalahgunaan anggaran oleh mitra.
BGN menyoroti penyalahgunaan anggaran sebagai masalah serius. Berdasarkan investigasi, banyak ditemukan permainan anggaran belanja bahan baku oleh mitra, bahkan ada yang bekerja sama dengan oknum kepala SPPG. Hal ini dapat berdampak pada kualitas makanan yang tidak memenuhi standar gizi. Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa dapur MBG yang terbukti menaikkan harga bahan baku secara tidak wajar akan ditutup.





















