Headline.co.id, Bantul ~ Seorang perempuan berinisial FDI (25), pelajar/mahasiswi asal Banguntapan, Bantul, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di wilayah Baturetno, Banguntapan, Kabupaten Bantul, pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban saat hendak mengambil jemuran di lantai dua rumah. Kasus ini kemudian ditangani aparat kepolisian dengan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan saksi.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernapas di depan pintu kamar lantai dua rumahnya. “Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap,” ujar Iptu Rita kepada Headline Media.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 16.00 WIB ibu korban masih terlihat berbincang dengan tetangga. Setelah tetangga tersebut pulang, ibu korban naik ke lantai dua untuk mengambil jemuran yang berada di depan kamar korban. Sesampainya di lantai dua, ibu korban mendapati korban tergeletak tengkurap dengan posisi kaki berada di dekat pintu kamar dan wajah menghadap ke timur. Korban diketahui sudah tidak bernapas.
Setelah menerima laporan, petugas piket fungsi Polsek Banguntapan bersama tim medis dan identifikasi segera mendatangi lokasi. Aparat melakukan pengamanan TKP, berkoordinasi dengan tim Inafis, serta mencatat keterangan para saksi.
“Tim medis Puskesmas Banguntapan 1 bersama identifikasi Polres Bantul telah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban,” jelas Iptu Rita.
Dari hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga lima jam sebelum ditemukan. Kondisi korban saat ditemukan antara lain lidah tergigit, jari tangan kaku menggenggam, serta terdapat luka pada bagian leher dan lebam di beberapa bagian tubuh seperti pundak, punggung, dan kaki.
Pemeriksaan TKP diikuti kurang lebih 20 orang dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB dalam keadaan aman dan terkendali.
Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat gangguan bipolar yang menyebabkan kondisi dan sikap korban kerap berubah-ubah. Selain itu, ditemukan catatan tulisan tangan korban yang berbunyi, “Ibuk, Mbakkk… Maaf Nggih” serta informasi PIN telepon genggam. Di sekitar lokasi tidak ditemukan tali gantung maupun tali putus, namun terdapat bungkus obat hasil pemeriksaan di RS Hidayatullah.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans PMI Kota untuk penanganan lebih lanjut. Polisi masih mendalami peristiwa ini sesuai prosedur guna memastikan seluruh fakta di lapangan.























