Headline.co.id, Banda Aceh ~ Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memberikan perhatian serius terhadap pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara. Kedua wilayah ini mengalami dampak banjir yang luas dan parah, sehingga memerlukan penanganan yang intensif. Kerusakan infrastruktur yang signifikan, termasuk jalan, jembatan, hunian, sekolah, serta lahan pertanian, menjadi fokus utama pemulihan.
Dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat (30/1/2026), Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh, Safrizal ZA, menekankan pentingnya keseimbangan rapat koordinasi dan tindakan lapangan. “Rapat-rapat koordinasi harus diimbangi dengan kerja-kerja dan inspeksi lapangan,” ujar Safrizal.
Inspeksi lapangan dilakukan di beberapa lokasi di Aceh Timur dan Aceh Utara. Di Aceh Timur, inspeksi dilakukan pada pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Pante Rambong dan rekonstruksi serta pemberian bantuan di SDN Blang Senong. Sementara di Aceh Utara, inspeksi dilakukan pada jembatan di Desa Sawang dan pembangunan huntara di Desa Baba Krueng. Bantuan juga diberikan kepada masyarakat Desa Tupok Blang.
Safrizal menambahkan, “Inspeksi lapangan ini penting untuk memastikan bahwa semua program berjalan sesuai rencana.” Pembangunan jembatan di Desa Sawang, yang rusak akibat banjir bandang, telah dimulai dengan dukungan alat berat dan personel dari Brimob Polri. Jembatan ini merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat dan menghubungkan desa yang sempat terisolasi.
“Jembatan ini adalah urat nadi bagi masyarakat setempat,” imbuh Safrizal, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan di Kementerian Dalam Negeri. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat di kedua kabupaten tersebut.




















