Headline.co.id, Menteri Pertanian ~ Ir. H. Andi Amran Sulaiman, mengusulkan perubahan pola tanam di daerah pegunungan dengan kemiringan tinggi sebagai upaya mitigasi bencana longsor dan banjir. Langkah ini diambil menyusul bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya. Amran Sulaiman baru saja mengunjungi lokasi bencana tersebut dan menemukan banyak tanaman hortikultura yang ditanam di lereng dengan kemiringan ekstrem, mencapai 30-45 derajat.
Menurut Amran, lahan dengan kemiringan curam sebaiknya ditanami tanaman perkebunan yang memiliki akar kuat, seperti kopi, alpukat, kelapa, dan kakao. Tanaman-tanaman ini dinilai lebih efektif dalam menahan erosi tanah dan mengurangi risiko longsor serta banjir di masa mendatang. “Tanaman perkebunan dengan akar kuat lebih mampu menahan erosi,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Antaranews, Rabu (28/1/26).
Amran menegaskan bahwa perubahan pola tanam ini merupakan solusi permanen untuk mitigasi bencana berbasis pertanian. Kementerian Pertanian telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan inventarisasi lahan dan segera melakukan peralihan komoditas. Selain itu, anggaran untuk pengadaan tanaman tahunan juga telah disiapkan. “Kami telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan tanaman tahunan,” jelasnya.





















