Headline.co.id, Indramayu ~ Kabupaten Indramayu kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada Selasa (27/1/2026). Dalam rapat tersebut, Indramayu dinyatakan sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Barat, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti, bersama jajaran pemerintah daerah, mengikuti rapat tersebut melalui zoom meeting. Rapat ini menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga pangan sebagai dasar kesejahteraan masyarakat. Tito memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil menjaga ketersediaan pasokan pangan. “Stabilitas harga pangan adalah fondasi kesejahteraan masyarakat,” ujar Tito Karnavian.
Modernisasi infrastruktur di Jawa Barat menjadi salah satu fokus utama dalam Rakor tersebut. Bandara Internasional Kertajati (BIJB) di Majalengka kini berfungsi sebagai pintu gerbang udara utama yang memudahkan akses bagi masyarakat Indramayu dan sekitarnya. Selain itu, operasional Jalan Tol Cisumdawu juga mempermudah mobilitas dari Bandung menuju wilayah utara Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 23 Januari 2026, Provinsi Jawa Barat mencatatkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar -1,90%. Meski demikian, pemerintah daerah tetap diminta waspada terhadap komoditas tertentu seperti daging ayam ras dan telur yang masih mengalami fluktuasi harga.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri dengan terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar lokal. Selain itu, mereka juga memperkuat kerja sama antardaerah guna memastikan pasokan pangan tetap aman bagi masyarakat. (Mc Indramayu/Isn)






















