Headline.co.id, Sumenep ~ Bunda Jelita Kabupaten Sumenep menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di Sumatera melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas dari masyarakat Sumenep kepada warga yang tengah menghadapi kondisi sosial dan kemanusiaan pascabencana.
Ketua Bunda Jelita Kabupaten Sumenep, Ima Edy Rasiyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen organisasi dalam menumbuhkan nilai empati, gotong royong, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. “Semangat saling membantu harus terus dijaga, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah. Bantuan ini diharapkan dapat memberi manfaat dan meringankan beban mereka,” ujar Ima Edy Rasiyadi saat menyerahkan bantuan di Kantor PMI Kabupaten Sumenep, Senin (26/1/2026).
Ima menambahkan bahwa kepedulian kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan material, tetapi juga dukungan moral agar masyarakat terdampak tetap memiliki harapan dan optimisme untuk bangkit. “Kami ingin hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menyampaikan semangat dan harapan agar masyarakat tetap kuat menghadapi situasi pascabencana,” katanya.
Bantuan yang disalurkan oleh Bunda Jelita Kabupaten Sumenep berupa uang tunai dan pakaian layak pakai yang merupakan hasil penggalangan donasi dari para anggota. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui PMI Kabupaten Sumenep untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ima Edy Rasiyadi berharap aksi solidaritas ini dapat menginspirasi berbagai elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan. “Kepedulian yang lahir dari hati nurani akan memperkuat rasa persaudaraan dan mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak. Kebersamaan adalah kunci dalam menghadapi setiap musibah,” pungkasnya.
Penyaluran bantuan ini juga menegaskan peran organisasi perempuan di daerah dalam mendukung agenda kemanusiaan nasional, serta memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi ketahanan sosial masyarakat Indonesia.


















