Headline.co.id, Polda Jawa Barat Memberikan Klarifikasi Mengenai Informasi Yang Beredar Terkait Jumlah Korban Hilang Akibat Longsor Di Kampung Babakan ~ RT 05 RW 11, Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang terjadi pada Sabtu (24/1). Kombes. Pol. Laode Aries El Fathar, S.I.K., selaku Karo Ops Polda Jabar, menegaskan bahwa angka 108 yang disebutkan bukanlah jumlah korban hilang, melainkan jumlah masyarakat yang datang ke pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk keperluan ante-mortem.
Dalam pernyataannya yang dilansir dari Antaranews pada Selasa (27/1/26), Kombes Laode Aries menyatakan bahwa pihak kepolisian tetap menerima laporan dari masyarakat yang datang, meskipun mereka tidak membawa KTP atau KK. Ia juga mengungkapkan bahwa sejak hari pertama bencana hingga Senin pukul 18.30 WIB, sebanyak 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Saat ini, terdapat 38 kantong jenazah di Puskesmas, dengan 18 di antaranya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. Kombes Laode Aries menegaskan bahwa proses identifikasi ini penting untuk memastikan tidak terjadi data ganda.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa setelah menyerahkan 38 kantong jenazah kepada tim DVI Polri, timnya terus melakukan pencarian terhadap puluhan warga lainnya yang masih diduga tertimbun. Ia menekankan bahwa data korban hilang bersifat dinamis, sehingga jumlahnya dapat berubah sesuai dengan laporan terbaru.
Ade Dian juga menjelaskan bahwa istilah yang digunakan saat ini adalah evakuasi kantong jenazah, karena tidak semua kantong jenazah dalam keadaan utuh. Oleh karena itu, identifikasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan identitas korban.


















