Headline.co.id, Agam ~ Bantuan kemanusiaan dari diaspora Indonesia di Brunei Darussalam mengalir untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Bantuan ini diserahkan oleh Persatuan Masyarakat Indonesia Brunei Darussalam (PERMAI) pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Agam.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Enjang Irpan, perwakilan dari PERMAI, kepada Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, di Posko Utama Bencana Alam, Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian diaspora Indonesia terhadap warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Enjang Irpan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Kabupaten Agam. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan adalah hasil gotong royong masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam. “Kami merupakan bagian dari masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam yang berinisiatif menghimpun bantuan untuk Sumatra Barat, khususnya Kabupaten Agam. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat terdampak,” ujar Enjang.
Enjang juga berharap agar donasi yang diberikan dapat meringankan beban para korban bencana dan menjadi amal kebaikan bagi para donatur yang telah berpartisipasi. Selain ke Kabupaten Agam, PERMAI sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah lain yang terdampak bencana, seperti Aceh dan Provinsi Sumatra Utara, sebagai bentuk kepedulian lintas daerah.
Menanggapi hal tersebut, Asisten III Setda Agam, Syatria, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta solidaritas yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia di luar negeri. “Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan ikatan kebangsaan para perantau terhadap daerah asal. Pemerintah Kabupaten Agam sangat mengapresiasi niat baik ini,” ujar Syatria.
Syatria berharap semangat solidaritas tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk terus berkontribusi membantu sesama, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan. “Kolaborasi dan kepedulian seperti inilah yang memperkuat upaya pemulihan pascabencana dan mempercepat bangkitnya masyarakat,” pungkasnya.



















