Headline.co.id, Gorontalo ~ Puluhan fotografer dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo berkumpul di Danau Perintis, Kabupaten Bone Bolango, pada Sabtu (24/1/2026). Mereka mengikuti pelatihan fotografi perjalanan yang diselenggarakan oleh Komunitas Instanusantara Gorontalo. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang fotografi.
Pelatihan tersebut menghadirkan Imron Rosadi, Ketua Umum Instanusantara Indonesia, sebagai pembicara. Imron, yang dikenal dalam dunia fotografi Indonesia, membagikan pengalamannya dalam mengembangkan hobi fotografi menjadi profesi. Ia menjelaskan bahwa fotografi perjalanan adalah seni yang mampu mengekspresikan waktu, tempat, dan budaya dalam keadaan alami.
Menurut Imron, cakupan fotografi perjalanan sangat luas, meliputi bentang alam, kekayaan budaya, potret, landmark, fotografi jalanan, hingga kehidupan satwa liar. Untuk menghasilkan karya yang indah dan bermakna, ia menekankan pentingnya menguasai tiga pilar utama: penguasaan eksposure, ketajaman komposisi, dan kepekaan menangkap momen.
Imron juga memperkenalkan metode praktis bernama EDFAT sebagai panduan sistematis dalam memotret. Metode ini merupakan akronim dari Entire (memotret keseluruhan subjek atau suasana), Detail (fokus pada elemen-elemen kecil yang unik), Framing (menyusun komposisi yang menarik), Angle (mencari sudut pandang yang berbeda), dan Time (memperhatikan waktu pemotretan untuk pencahayaan terbaik). Ia menegaskan bahwa rumus ini wajib dikuasai oleh setiap fotografer perjalanan.
Penyampaian materi tidak hanya dilakukan secara verbal. Setiap gambar yang ditampilkan seakan membawa peserta berkelana ke sudut-sudut eksotis Nusantara. Selain menunjukkan keindahan visual, Imron juga menjelaskan konteks budaya di balik foto-foto tersebut, memberikan wawasan tambahan tentang kekayaan budaya Indonesia.
Ketua Panitia pelatihan dari Instanusantara Gorontalo, Muchaimin Harmain, menyatakan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk meningkatkan kapasitas SDM fotografer Gorontalo. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya melalui lensa kamera.





















