Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perhubungan mengadakan rapat koordinasi untuk mempersiapkan pembebasan lahan guna mendukung pengembangan Bandara Djalaluddin Gorontalo sebagai embarkasi dan debarkasi haji. Rapat ini berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026, di Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo, dipimpin oleh Kepala Kantor Pertanahan setempat dan dihadiri oleh perwakilan dari Bandara Djalaluddin, Dinas Perhubungan Provinsi, serta tim teknis pertanahan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, menyatakan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari identifikasi dan pengukuran area yang dilakukan pada akhir 2025. Tujuan utama rapat ini adalah untuk menyamakan persepsi dan memastikan keakuratan data identifikasi sebelum disosialisasikan kepada masyarakat yang terdampak. Hal ini dianggap penting agar proses pembebasan lahan pada Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sagita menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan Kantor Pertanahan dan pengelola bandara untuk mengatasi potensi hambatan selama proses pembebasan lahan. Pembebasan lahan ini akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Dinas Perhubungan, bekerja sama dengan tim teknis dari Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo serta Kantor BLU UPBU Bandara Djalaluddin.
Lahan yang akan dibebaskan tersebar di tiga lokasi dengan fungsi pengembangan yang spesifik. Di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, lahan akan digunakan untuk pemasangan Fasilitas Precision Approach Lighting System (PALS) yang penting untuk keselamatan pendaratan pesawat. Sementara itu, lahan di Desa Dunggala dialokasikan untuk optimalisasi peralatan glade path, dan di Desa Tolotio akan digunakan untuk perluasan apron atau area parkir pesawat, khususnya untuk pesawat Airbus yang akan mengangkut jemaah haji.




















