Headline.co.id, Maros ~ Aktivitas penerbangan pesawat ATR 42-500 beregister PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) tercatat cukup intensif sebelum dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat yang disewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) terakhir terpantau terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Kontak dengan pesawat hilang sekitar pukul 12.22 Wita setelah menempuh penerbangan lebih dari tiga jam. Data pergerakan pesawat tersebut terekam dalam sistem pelacakan penerbangan daring.
Berdasarkan data navigasi yang diambil dari laman FlightAware, pesawat ATR PK-THT dalam dua hari terakhir sebelum hilang kontak sempat menyelesaikan rangkaian rute Jakarta–Semarang–Yogyakarta, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Makassar pada Sabtu siang.
Penerbangan terakhir tercatat berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Sabtu (17/1/2026) pukul 08.08 WIB. Pesawat kemudian dinyatakan hilang kontak sekitar pukul 12.22 Wita di wilayah sekitar Makassar atau Ujung Pandang, setelah terbang selama kurang lebih 3 jam 14 menit.
Sehari sebelumnya, Jumat (16/1/2026), pesawat yang dioperasikan Indonesia Air Transport ini melakukan dua kali penerbangan. Penerbangan pertama terdeteksi pada pukul 09.31 WIB di sekitar Jakarta dan mendarat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, pukul 10.29 WIB dengan durasi penerbangan sekitar 58 menit.
Penerbangan kedua pada hari yang sama dilakukan dari Bandara Ahmad Yani Semarang pada pukul 16.44 WIB dan tiba di Bandara Adisutjipto Yogyakarta sekitar pukul 17.13 WIB. Waktu tempuh penerbangan tersebut tercatat sekitar 29 menit.
Data historis juga menunjukkan bahwa sebelumnya, pada Kamis (8/1/2026), pesawat ATR PK-THT sempat melakukan penerbangan dari dan kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penerbangan tersebut berlangsung selama 1 jam 23 menit, yakni dari pukul 15.10 WIB hingga 16.33 WIB.
Sumber data navigasi penerbangan menyebutkan bahwa seluruh catatan pergerakan pesawat diperoleh dari sistem pelacakan daring. “Data diambil dari laman FlightAware dalam dua hari terakhir sebelum pesawat dinyatakan hilang kontak,” sebagaimana tercantum dalam keterangan data pelacakan tersebut.
Rangkaian aktivitas penerbangan ini menunjukkan bahwa pesawat masih beroperasi normal dan menjalani jadwal penerbangan secara beruntun sebelum insiden hilang kontak terjadi saat menuju Makassar.
Informasi tambahan terkait penyebab hilangnya kontak pesawat hingga kini masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Data navigasi ini menjadi salah satu rujukan awal untuk menelusuri jejak penerbangan pesawat Indonesia Air Transport tersebut sebelum komunikasi terputus.





















