Headline.co.id, Jakarta ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi merilis data daya tampung dan tingkat keketatan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 sebagai acuan calon mahasiswa dalam menentukan pilihan program studi. Informasi ini diumumkan menjelang pelaksanaan SNBT 2026, yang menjadi jalur utama penerimaan mahasiswa baru PTN berbasis ujian terstandar nasional. Data dilansir Headline.co.id dari ITS untuk memberikan gambaran peluang, tingkat persaingan, serta strategi pemilihan program studi bagi peserta seleksi.
SNBT merupakan sistem seleksi nasional yang menilai kemampuan akademik, penalaran, dan kesiapan belajar calon mahasiswa melalui hasil tes terstandar. Seleksi ini dirancang untuk menjamin akses pendidikan tinggi yang meritokratis, akuntabel, dan inklusif. Dengan sistem ini, seluruh peserta dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan yang setara untuk bersaing secara adil.
“SNBT menjadi instrumen utama dalam memastikan proses seleksi mahasiswa baru berjalan objektif dan transparan, karena penilaian sepenuhnya berbasis hasil tes,” demikian keterangan resmi ITS yang dikutip Headline Media.
Peta Daya Tampung dan Tingkat Keketatan
Berdasarkan data yang dirilis, sejumlah program studi di ITS menunjukkan tingkat keketatan tinggi, terutama pada rumpun teknik, informatika, dan kesehatan. Di Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, hampir seluruh program studi masuk kategori ketat, seperti S1 Teknik Informatika dengan daya tampung 84 kursi, S1 Sistem Informasi 63 kursi, S1 Teknik Komputer 42 kursi, hingga S1 Rekayasa Kecerdasan Artifisial dan Rekayasa Perangkat Lunak masing-masing 18 kursi.
Sementara itu, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem juga mencatat persaingan tinggi pada S1 Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Material, hingga Rekayasa Keselamatan Proses. Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian tak kalah kompetitif, dengan S1 Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Lingkungan, Perencanaan Wilayah dan Kota, hingga Teknik Geomatika masuk kategori keketatan tinggi.
Di sisi lain, beberapa program studi di Fakultas Sains dan Analitika Data memiliki tingkat persaingan rendah hingga sedang, seperti S1 Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi. Namun, program S1 Sains Data dan Bioteknologi tetap tercatat sebagai prodi dengan keketatan tinggi meskipun daya tampung relatif kecil.
“Keketatan ini merupakan hasil klasterisasi dari pelaksanaan SNBT tahun 2025 dan merepresentasikan tingkat kesulitan relatif seleksi di masing-masing program studi,” tulis ITS dalam keterangan resminya.
Ketentuan Pemilihan Program Studi
ITS membuka jalur SNBT untuk seluruh program sarjana (S1) dan sarjana terapan (D4), kecuali kelas internasional IUP. Setiap peserta diperbolehkan memilih maksimal empat program studi dengan ketentuan tertentu. Pilihan pertama dan kedua bebas, sementara jika memilih tiga atau empat program studi, wajib memasukkan minimal satu hingga dua program vokasi, termasuk Diploma Tiga.
Urutan pilihan mencerminkan prioritas peserta. ITS juga menegaskan bahwa pemilihan program studi tidak dibatasi oleh jurusan asal di sekolah menengah, selama dilakukan secara bertanggung jawab dan mempertimbangkan minat serta bakat.
“Pemilihan program studi sebaiknya sudah direncanakan sejak dini melalui eksplorasi minat, pencarian informasi, serta pemahaman terhadap kompetensi yang dibutuhkan,” jelas pihak ITS.
Program Joint Degree dan Persyaratan Khusus
Salah satu program unggulan ITS adalah S1 Teknik Sistem Perkapalan (Gelar Ganda ITS–Jerman). Mahasiswa program ini wajib menjalani perkuliahan di Wismar University, Jerman, pada semester keenam. Lulusan akan memperoleh dua gelar sekaligus, yakni Sarjana Teknik (S.T.) dari ITS dan Bachelor of Engineering (B.Eng.) dari Hochschule Wismar.
Namun, program ini tidak menerima pendaftar KIP-Kuliah dan menerapkan UKT khusus sebesar Rp20 juta per semester, di luar biaya tiket pesawat, akomodasi, serta biaya hidup selama di Jerman.
Selain itu, beberapa program studi mensyaratkan kompetensi kesehatan tertentu, terutama terkait fungsi penglihatan warna. Program seperti S1 Teknik Kimia, S1 Teknik Lingkungan, S1 Kedokteran, serta beberapa program vokasi akan menjalani tes buta warna saat daftar ulang.
Biaya Pendaftaran dan Skema UKT
Biaya pendaftaran SNBT ditetapkan sebesar Rp200.000. Untuk biaya pendidikan, mahasiswa yang diterima melalui SNBT dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibagi berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua.
Rentang UKT bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga Rp12.500.000 untuk sebagian besar program studi. Khusus S1 Kedokteran, UKT berkisar Rp500.000 sampai Rp30.000.000, sedangkan S1 Studi Pembangunan berkisar Rp500.000 hingga Rp7.500.000.
“Penentuan kategori UKT dilakukan saat daftar ulang berdasarkan indeks kemampuan ekonomi orang tua,” terang ITS.
Peluang Beasiswa dan KIP-Kuliah
ITS juga membuka akses bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi (KIP-Kuliah) bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Peserta wajib memastikan nomor pendaftaran KIP-Kuliah telah terverifikasi dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Selain KIP-Kuliah, ITS bekerja sama dengan berbagai lembaga pemberi beasiswa, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, swasta, yayasan, alumni, hingga Dana Abadi ITS.
“KIP-Kuliah ditujukan secara eksklusif bagi peserta yang tidak mampu secara ekonomi. Jika ditemukan data tidak benar, status penerimaan dapat dibatalkan,” tegas pihak ITS.
Imbauan bagi Calon Peserta
Dengan tingginya tingkat persaingan di sejumlah program studi favorit, calon peserta SNBT 2026 diimbau untuk cermat menyusun strategi pemilihan jurusan, mempertimbangkan peluang kelulusan, kesiapan akademik, serta rencana karier jangka panjang.
“Informasi daya tampung dan keketatan ini diharapkan membantu peserta mengambil keputusan secara rasional dan bertanggung jawab,” tutup keterangan ITS.
Daya Tampung dan Keketatan SNBT ITS
| Fakultas | Program Studi | Daya Tampung SNBT 2026 | Keketatan 2025 |
| Fakultas Sains dan Analitika Data | S1 Fisika | 68 | Rendah |
| S1 Matematika | 80 | Rendah | |
| S1 Statistika | 60 | Sedang | |
| S1 Kimia | 80 | Rendah | |
| S1 Biologi | 48 | Sedang | |
| S1 Sains Aktuaria | 36 | Sedang | |
| S1 Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia | 24 | Sedang | |
| S1 Sains Data | 15 | Tinggi | |
| S1 Bioteknologi | 24 | Tinggi | |
| Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem | S1 Teknik Mesin | 60 | Tinggi |
| S1 Teknik Kimia | 60 | Tinggi | |
| S1 Teknik Fisika | 80 | Sedang | |
| S1 Teknik Industri | 60 | Tinggi | |
| S1 Teknik Material | 60 | Tinggi | |
| S1 Teknik Pangan | 24 | Tinggi | |
| S1 Rekayasa Keselamatan Proses | 15 | Tinggi | |
| Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian | S1 Teknik Sipil | 60 | Tinggi |
| S1 Arsitektur | 36 | Tinggi | |
| S1 Teknik Lingkungan | 39 | Tinggi | |
| S1 Perencanaan Wilayah dan Kota | 51 | Tinggi | |
| S1 Teknik Geomatika | 39 | Tinggi | |
| S1 Teknik Geofisika | 30 | Tinggi | |
| S1 Teknik Pertambangan | 15 | (Prodi Baru) | |
| Fakultas Teknologi Kelautan | S1 Teknik Perkapalan | 54 | Tinggi |
| S1 Teknik Sistem Perkapalan | 63 | Sedang | |
| S1 Teknik Sistem Perkapalan (Glr. Ganda ITS-Jerman)* | 27 | Sedang | |
| S1 Teknik Kelautan | 54 | Tinggi | |
| S1 Teknik Transportasi Laut | 36 | Sedang | |
| S1 Teknik Lepas Pantai | 36 | Tinggi | |
| Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas | S1 Teknik Elektro | 72 | Tinggi |
| S1 Teknik Biomedik | 36 | Tinggi | |
| S1 Teknik Komputer | 42 | Tinggi | |
| S1 Teknik Informatika | 84 | Tinggi | |
| S1 Sistem Informasi | 63 | Tinggi | |
| S1 Teknologi Informasi | 50 | Tinggi | |
| S1 Teknik Telekomunikasi | 24 | Tinggi | |
| S1 Inovasi Digital | 15 | Tinggi | |
| S1 Rekayasa Perangkat Lunak | 18 | Tinggi | |
| S1 Rekayasa Kecerdasan Artifisial | 18 | Tinggi | |
| Fakultas Kedokteran dan Kesehatan | S1 Teknologi Kedokteran | 36 | Tinggi |
| S1 Kedokteran | 15 | Tinggi | |
| Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital | S1 Desain Produk | 48 | Sedang |
| S1 Desain Interior | 36 | Sedang | |
| S1 Desain Komunikasi Visual | 48 | Tinggi | |
| S1 Manajemen Bisnis | 36 | Tinggi | |
| S1 Studi Pembangunan | 54 | Sedang | |
| S1 Bisnis Digital | 18 | Tinggi | |
| S1 Sains Komunikasi | 20 | Sedang | |
| Fakultas Vokasi | D4 Teknik Sipil | 48 | Tinggi |
| D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air | 48 | Tinggi | |
| D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur | 48 | Tinggi | |
| D4 Teknologi Rekayasa Konversi Energi | 48 | Tinggi | |
| D4 Teknologi Rekayasa Otomasi | 56 | Tinggi | |
| D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri | 56 | Tinggi | |
| D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi | 56 | Tinggi | |
| D4 Statistika Bisnis | 56 | Tinggi | |
| D4 Analitika Logistik Terapan | 20 | Tinggi |





















