Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Memasuki masa puncak panen, petani di Provinsi Gorontalo menghadapi tantangan serius akibat turunnya harga gabah di tingkat petani. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan petani karena berpotensi menimbulkan kerugian material yang besar. Kekhawatiran semakin meningkat karena belum adanya penyerapan atau pembelian dari lembaga pemerintah seperti Perum Bulog.
Menanggapi situasi mendesak ini, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bertindak cepat dengan memberikan instruksi khusus. Beliau memerintahkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, untuk segera berkoordinasi dengan pimpinan Bulog Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo).
Langkah darurat ini bertujuan untuk mengatasi masalah penurunan harga gabah dan melindungi kepentingan serta kesejahteraan petani. Hal ini disampaikan oleh Muljady Mario pada Kamis (15/1/2026). Muljady menegaskan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada pimpinan wilayah Bulog sebagai tindak lanjut dari perintah Gubernur. Kabar baik datang dari Bulog yang merespons dengan cepat dan positif.
Muljady menyampaikan bahwa Bulog telah menyatakan kesediaannya untuk segera menyerap gabah hasil panen petani dalam minggu ini. Pembelian akan dilakukan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga memberikan kepastian bagi petani. (mcgorontaloprov/tyimkom)




















