Headline.co.id, Menteri Komunikasi Dan Digital ~ Meutya Hafid, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun ketahanan bangsa di tengah kemajuan teknologi digital. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Natal Bersama Komunitas Pegawai Kristiani Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMPAK) yang berlangsung di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Meutya mengaitkan tema Natal 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” sebagai pengingat akan pentingnya keluarga yang kuat di tengah tantangan zaman. “Keluarga yang tangguh melahirkan pribadi yang kuat. Dari situ tumbuh masyarakat yang peduli dan bangsa yang berdaya tahan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ketahanan bangsa sangat bergantung pada ketahanan keluarga, terutama di tengah tantangan global dan perubahan cepat di ruang digital. Meutya juga mengapresiasi KOMPAK yang menyelenggarakan perayaan Natal dengan semangat kebersamaan dan nilai kemanusiaan dalam lingkungan kerja.
Menurut Meutya, Kementerian Komdigi harus menjadi contoh dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif, hangat, dan saling menjaga. Hal ini sejalan dengan misi untuk menghadirkan teknologi digital yang merangkul semua kalangan.
Dalam konteks keluarga, Meutya menyoroti kehadiran gawai dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut teknologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga modern. “Gadget sudah seperti anggota keluarga baru. Kita tidak bisa menolak. Kita harus mengatur agar kehadirannya memberi manfaat,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa penguatan konektivitas digital harus diiringi dengan pengawasan ruang digital untuk melindungi keluarga dan generasi muda dari risiko konten dan interaksi berbahaya. Meutya Hafid mengajak seluruh keluarga besar Komdigi untuk menjaga kebersamaan dan menghargai perbedaan sebagai modal menghadapi masa depan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Natal, KOMPAK juga menyerahkan santunan kepada anak-anak Panti Sosial Disabilitas Ganda Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan kepedulian nyata bagi sesama.




















