Headline.co.id, Takengon ~ Warga terdampak bencana di Desa Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini dapat menikmati akses air bersih berkat dukungan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Sebelumnya, para pengungsi harus menggunakan air keruh yang tersedia di lokasi pengungsian. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Komando Distrik Militer (Kodim) 0106/Aceh Tengah telah memasang satu set alat pembersih air Fumizu di area pengungsian. Selain itu, bantuan logistik juga disalurkan kepada warga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (13/1/2026) oleh Danramil 05 Linge Lettu Inf Mukhlis bersama personel Yon TP 854/DK. Lettu Inf Mukhlis menyatakan bahwa bantuan ini adalah wujud kehadiran pemerintah pusat dalam menjamin akses air bersih dan logistik bagi masyarakat.
“Air bersih merupakan kebutuhan paling mendesak di pengungsian. Kehadiran alat penjernih air ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan memasak dan keperluan sehari-hari selama masa pemulihan,” ujar Lettu Inf Mukhlis. Ia menegaskan bahwa Kodim 0106/Aceh Tengah berkomitmen untuk terus hadir bersama rakyat dalam berbagai situasi darurat. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam penanganan bencana adalah bentuk tanggung jawab negara untuk meringankan beban masyarakat.
“Ini adalah kewajiban kami. Bantuan dari pemerintah pusat harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang sedang membutuhkan,” tambahnya. Reje Desa Delung Sekinel, Sudir, juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah melalui jajaran TNI. Ia menyebut bantuan alat penjernih air dan sembako sangat membantu warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
“Atas nama masyarakat Delung Sekinel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Kodim 0106/Aceh Tengah atas perhatian dan kepeduliannya di tengah kondisi sulit ini,” ungkap Sudir. Warga pengungsian pun merasa terharu dengan hadirnya alat penjernih air tersebut. Sebelumnya, mereka terpaksa menggunakan air keruh untuk kebutuhan sehari-hari. Kini, dengan air yang siap dikonsumsi, kualitas hidup pengungsi mulai membaik dan risiko kesehatan dapat ditekan.
Langkah cepat TNI AD ini menunjukkan sinergi pemerintah pusat dan aparat kewilayahan dalam penanganan pascabencana. Hal ini menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar dan kemanusiaan warga terdampak.






















