Headline.co.id, Banjarbaru ~ Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan menekankan pentingnya soliditas internal dan transformasi digital dalam mempercepat penyelesaian masalah pertanahan. Hal ini disampaikan saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
Ossy Dermawan menyatakan bahwa kompleksitas persoalan pertanahan tidak dapat diselesaikan secara parsial atau individual. Diperlukan kerja kolektif yang kuat, budaya kerja kolaboratif, serta komitmen bersama untuk menghadirkan layanan yang profesional dan berkeadilan. “Kita harus kompak, guyub, dan rukun di tengah masyarakat yang sangat menunggu kinerja terbaik dari kita. Secara internal, jangan saling menyalahkan. Kita harus kokoh untuk menyelesaikan seluruh permasalahan pertanahan di Indonesia,” tegas Wamen Ossy dalam siaran persnya yang diterima , Selasa (13/1/2026).
Ia menilai soliditas internal bukan hanya soal hubungan kerja, tetapi juga menyangkut efektivitas organisasi dalam merespons pengaduan masyarakat, mempercepat penyelesaian sengketa, serta meningkatkan kepastian hukum hak atas tanah. Dengan struktur organisasi yang solid, setiap kebijakan dan program diyakini dapat berjalan lebih konsisten dan berkelanjutan.
Selain aspek kelembagaan, Wamen Ossy juga menyoroti peran strategis transformasi digital dalam mendukung reformasi layanan pertanahan. Pemanfaatan teknologi informasi, menurutnya, menjadi solusi penting untuk meningkatkan efisiensi proses, akurasi data, dan transparansi pelayanan kepada masyarakat. “Saya yakin dengan bantuan teknologi, ke depan berbagai permasalahan di BPN dapat kita selesaikan dengan lebih cepat, akurat, dan transparan,” ujarnya.
Transformasi digital tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan administratif, mempercepat layanan pertanahan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi BPN. Wamen Ossy menekankan agar seluruh jajaran di daerah tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga aktif beradaptasi dan mengoptimalkan pemanfaatannya dalam setiap lini pelayanan.
Melalui pengarahan ini, Wamen ATR/Waka BPN berharap jajaran Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi internal, menjaga soliditas organisasi, dan menjadikan teknologi sebagai instrumen utama peningkatan kualitas layanan pertanahan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Mathori menyampaikan bahwa arahan Wamen ATR/Waka BPN menjadi penguat semangat bagi seluruh jajaran pertanahan di daerah. Ia menegaskan komitmen Kanwil BPN Kalimantan Selatan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk melalui pembangunan zona integritas. “Arahan ini menjadi energi positif bagi kami. Ketika seluruh jajaran bekerja dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat akan terwujud secara nyata,” ujar Muhammad Mathori.
Ia menambahkan, penguatan integritas dan profesionalisme aparatur menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan pertanahan yang akuntabel dan berorientasi pada kepuasan publik.






















