Headline.co.id, Blangkejeren ~ Pemerintah Aceh mengadakan rapat koordinasi virtual dengan seluruh kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana hidrometeorologi pada Selasa (13/1/2026). Tujuan dari rapat ini adalah untuk menyelaraskan data kerusakan dan kerugian agar sesuai dengan data yang dimiliki oleh Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh. Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya sinkronisasi data pemerintah daerah dan pusat untuk menghindari perbedaan data dalam pelaporan nasional. “Penyelarasan data ini penting agar saat Mendagri rapat bersama Presiden RI, data yang dilaporkan sudah akurat dan tidak terjadi perbedaan data pemerintah pusat dan daerah,” ujar Fadhlullah.
Fadhlullah menambahkan bahwa bagi kabupaten/kota yang data kerusakan dan kerugiannya telah selesai dan sinkron, Kementerian Dalam Negeri akan segera melakukan top up atau pengiriman dukungan pendanaan. Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Amrin, menyampaikan bahwa proses pendataan di Gayo Lues telah berjalan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), sebelum dikompilasi di posko utama.
“Sebanyak 98 persen data kerusakan dan kerugian di Gayo Lues sudah akurat. Insyaallah hari Kamis finalisasi data akan disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Aceh ke Pemerintah Pusat untuk ditindaklanjuti pascabencana,” ujar Amrin. Ia juga menjelaskan bahwa aset-aset milik swasta yang mengalami kerusakan turut didata. Namun, sebagian besar aset swasta berada di pusat kota Gayo Lues dan tidak terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi.
Melalui koordinasi ini, Pemerintah Aceh berharap percepatan penyaluran bantuan dan program rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana dapat segera direalisasikan secara tepat sasaran.





















