Headline.co.id, Bengkulu ~ Pemerintah Kota Jambi mengirimkan 67 Ketua RT dari Pilot Project Kampung Bahagia Tahun 2025 untuk melakukan studi banding dan diskusi lintas daerah ke Bengkulu pada Jumat (9/1/2026). Keberangkatan para Ketua RT ini dilepas langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha, dari Kantor Wali Kota Jambi. Program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka sekaligus untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam mengelola pembangunan lingkungan berbasis gotong royong.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa kunjungan ke Bengkulu ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai momentum pembelajaran untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi antardaerah. Para Ketua RT dijadwalkan akan diterima langsung oleh Wali Kota Bengkulu dan mengikuti rangkaian agenda hingga Minggu malam (11/1/2026). “Ini bentuk apresiasi Pemkot Jambi kepada Ketua RT yang berhasil menjalankan salah satu program prioritas Kota Jambi Bahagia di tahun pertama. Mereka ke Bengkulu untuk berdiskusi, studi tiru, dan membangun kerja sama,” ujar Maulana.
Maulana berharap pengalaman dan praktik baik yang diperoleh dapat diadaptasi dan diterapkan di Kota Jambi guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Kampung Bahagia ke depan. “Perjalanan ini diharapkan memberi manfaat nyata—penguatan inovasi dan penyempurnaan pelaksanaan Kampung Bahagia agar semakin berdampak bagi warga,” tambahnya. Keberangkatan ini juga merupakan respons Pemkot Jambi atas ketertarikan daerah lain terhadap konsep Kampung Bahagia yang menekankan pembangunan berbasis masyarakat dengan semangat kolaborasi dan gotong royong.
Sementara itu, Ketua Forum Ketua RT Kota Jambi, Suparyono, yang mewakili para Ketua RT, menyampaikan bahwa rombongan akan memaparkan implementasi Kampung Bahagia di hadapan Wali Kota Bengkulu, disertai agenda diskusi dan pertukaran praktik baik. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Pemkot Jambi. Kami siap membawa pulang pembelajaran untuk diterapkan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemkot Jambi untuk menjadikan RT sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat tapak, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antardaerah untuk memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.


















