Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang mengadakan Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara bertajuk “Melestarikan Pusaka Nusantara” di Pendopo Arya Wiraraja pada Jumat (9/1/2026). Pameran ini bertujuan untuk menegaskan bahwa pusaka bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga pengetahuan hidup yang membentuk identitas dan ketahanan budaya bangsa. Peserta pameran berasal dari berbagai daerah di Nusantara, menampilkan beragam tosan aji yang mencerminkan kekayaan tradisi, filosofi, dan pandangan hidup leluhur bangsa Indonesia.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan bahwa pelestarian budaya harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan manusia dan peradaban, bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, pusaka Nusantara adalah simpul nilai yang mengajarkan etika, spiritualitas, kepemimpinan, serta kebijaksanaan sosial. “Pameran ini bukan hanya tentang memamerkan benda pusaka, tetapi menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa. Di dalam pusaka terdapat sejarah, filosofi, dan kebijaksanaan leluhur yang relevan hingga hari ini,” ujarnya.
Indah Amperawati juga menyoroti pentingnya fungsi edukatif pameran ini, terutama bagi generasi muda. Dengan pemahaman yang tepat, pusaka tidak lagi dipandang sebagai benda mistik atau sekadar koleksi antik, tetapi sebagai medium pembelajaran nilai dan identitas kebangsaan. “Ketika masyarakat memahami makna pusaka, yang dirawat bukan hanya bendanya, tetapi nilai dan jati diri bangsa. Inilah esensi pelestarian budaya yang sesungguhnya,” tegasnya.
Bupati Lumajang juga mengungkapkan kebanggaannya atas ditampilkannya pusaka karya Empu Sanibin, empu asal Lumajang. Kehadiran karya empu lokal tersebut menunjukkan bahwa Lumajang memiliki warisan budaya adiluhung yang lahir dari kearifan lokal dan patut mendapat pengakuan lebih luas.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menyatakan bahwa penguatan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Menurutnya, kegiatan budaya seperti pameran tosan aji memiliki dampak strategis dalam memperkuat pariwisata berbasis budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat. “Budaya adalah identitas sekaligus potensi. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan budaya mampu menciptakan nilai tambah ekonomi tanpa kehilangan nilai luhurnya,” ungkapnya.
Dari perspektif nasional, Staf Khusus Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Empu Teguh Basuki Yuwono, menyampaikan bahwa kebudayaan harus dipahami sebagai ekosistem yang utuh. Negara, menurutnya, hadir untuk memastikan kebudayaan tidak tergerus zaman, tetapi justru menjadi kekuatan strategis bangsa. “Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, baik warisan budaya benda maupun tak benda. Kebudayaan adalah aset bersama yang berdampak besar bagi ekonomi budaya, pariwisata, dan penguatan identitas nasional,” jelasnya.
Empu Teguh menambahkan, pameran Tosan Aji Nusantara merupakan contoh nyata kolaborasi pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat dalam merawat kebudayaan secara berkelanjutan. Melalui pameran ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk memandang budaya sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa. Lebih dari sekadar ruang pamer, Tosan Aji Nusantara di Lumajang menjadi ikhtiar merawat ingatan, meneguhkan identitas, dan menyiapkan warisan nilai bagi generasi masa depan.






















