Headline.co.id, Lumajang ~ Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kabupaten Lumajang terus berupaya memastikan hak beragama yang setara bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Melalui pengembangan dan penyebaran Al-Qur’an Braille, ITMI berkomitmen menciptakan ruang pembelajaran yang inklusif agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat diakses oleh semua umat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Komitmen ini disampaikan oleh Zamroni, seorang guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Wanita Lumajang, saat menjadi narasumber dalam acara Talkshow Jelita di LPPM Radio Suara Lumajang pada Rabu, 7 Januari 2026. Zamroni menegaskan bahwa keterbatasan akses terhadap bahan bacaan keagamaan masih menjadi tantangan besar bagi tunanetra, sehingga kehadiran Al-Qur’an Braille menjadi kebutuhan mendasar, bukan sekadar pelengkap.
“ITMI berfokus pada pemenuhan kebutuhan spiritual tunanetra yang selama ini kerap terpinggirkan akibat keterbatasan akses. Al-Qur’an Braille menjadi solusi nyata agar mereka dapat membaca, mempelajari, hingga menghafal ayat-ayat suci secara mandiri,” ujar Zamroni.
Dalam pelaksanaannya, ITMI Lumajang membangun kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, mulai dari lembaga percetakan Braille, pesantren, hingga instansi pemerintah dan swasta. Sinergi ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan mushaf Al-Qur’an Braille yang tidak hanya mencukupi secara jumlah, tetapi juga berkualitas dari sisi penulisan Braille serta ketepatan kaidah tajwid.
Zamroni menambahkan bahwa keberlanjutan program Al-Qur’an Braille sangat bergantung pada kesadaran publik terhadap pentingnya akses keagamaan yang inklusif. Dukungan dalam bentuk donasi, keterlibatan relawan, hingga kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas menjadi faktor kunci agar dakwah inklusif ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, ITMI ingin membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan bukanlah penghalang untuk dekat dengan Al-Qur’an,” tuturnya.
Senada dengan itu, Nurul Hikmah, guru SLB Bhakti Wanita Lumajang, menjelaskan bahwa ITMI tidak hanya berfokus pada distribusi mushaf Al-Qur’an Braille, tetapi juga aktif menyelenggarakan pelatihan membaca Al-Qur’an Braille bagi tunanetra, baik pemula maupun lanjutan. Pendampingan intensif tersebut bertujuan membangun kepercayaan diri peserta dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Seiring dengan perkembangan teknologi, ITMI juga mendorong pemanfaatan inovasi digital yang ramah tunanetra. Integrasi Al-Qur’an Braille dengan perangkat audio dan aplikasi pembaca layar dinilai mampu memperluas jangkauan dakwah serta mempermudah proses pembelajaran, khususnya bagi generasi muda tunanetra.
Melalui langkah-langkah ini, ITMI Lumajang menegaskan bahwa dakwah yang mencerahkan adalah dakwah yang merangkul, menghadirkan keadilan akses, serta memastikan setiap insan memiliki kesempatan yang sama untuk mendekatkan diri kepada nilai-nilai Al-Qur’an.




















