Headline.co.id, Malang ~ Tim Gamantaray dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Electric Remote Control (ERC) pada Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025. Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Desember 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Prestasi ini menunjukkan kebangkitan UGM dalam kompetisi maritim nasional dan menegaskan kekuatan riset mahasiswa lintas disiplin di kampus tersebut.
Kontes Kapal Indonesia (KKI) merupakan ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam teknologi kemaritiman. Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pada tahun ini, tim Gamantaray UGM mengikutsertakan tiga prototipe kapal: Gamanave, Jayamahe, dan Safinah One, dengan Gamanave sebagai kapal unggulan yang berhasil meraih medali emas di kategori ERC.
Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., Direktur Kemahasiswaan UGM, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tim tersebut. Dia menyampaikan apresiasi atas usaha keras tim Gamantaray dalam meraih prestasi di tingkat nasional. “Selamat untuk tim Gamantaray. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan,” ujarnya pada Kamis (18/12).
Gamantaray, singkatan dari Gadjah Mada Marine and Naval Technology Advanced Research Activity, adalah komunitas riset kemaritiman yang aktif berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Tim ini bekerja lintas fakultas dan keilmuan untuk mengembangkan inovasi kapal. Ketua Gamantaray, Muhammad Dafi Putra Radian, menjelaskan pentingnya koordinasi antar-subtim dalam proses riset. Sebagai ketua, ia bertugas memfasilitasi dan memimpin subtim-subtim, memastikan riset berjalan lancar, serta menjaga keseimbangan departemen teknikal dan operasional.
Dafi menjelaskan bahwa kapal Gamanave menjadi sorotan karena mengusung konsep efisiensi energi dan keberlanjutan. Dengan tema kapal yang efisien dan ramah lingkungan, Gamanave menunjukkan performa unggul berkat penggunaan baterai yang lebih hemat namun mampu memberikan daya jelajah lebih jauh dibandingkan tim lain. Melalui riset yang matang, tim dapat menyusun strategi kompetitif yang efektif. Proses manufaktur kapal juga menghadirkan tantangan dalam hal ketelitian dan konsistensi. “Dalam manufaktur, kesabaran dan ketelitian itu wajib supaya kapal tidak cacat atau melenceng dari desain. Tantangan lain adalah mencari jadwal trial agar data performa bisa kami evaluasi sebelum lomba,” ujarnya.
Menurut Dafi, memperbanyak trial and error juga sangat penting. “Kondisi lomba sering berbeda dari kondisi trial, jadi kami harus siap mengantisipasi segala kemungkinan,” tambahnya. Meskipun sudah meraih juara, tim Gamantaray terus meningkatkan kualitas kapal melalui evaluasi berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kekompakan tim. “Kami banyak belajar dari kesalahan lomba sebelumnya dan memperbaikinya satu per satu. Itu membuat performa kapal kami meningkat di setiap kompetisi. Teknis yang bagus tetap butuh kemampuan non-teknis yang solid,” jelasnya.
Setelah kemenangan ini, Gamantaray bersiap untuk melangkah ke kompetisi internasional. Tim ini berencana mengikuti lomba internasional pada pertengahan tahun depan. Saat ini, kapal sudah dalam tahap manufaktur. “Kami semakin ingin memperbaiki diri dan memberikan kemampuan terbaik,” kata Dafi.




















