Headline.co.id, Bangunan ~ Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 mulai memberikan hasil nyata di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan. SMK Negeri 7 Medan menjadi salah satu sekolah yang menerima bantuan, dengan tujuan menjadi model penguatan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kepala SMK Negeri 7 Medan, Evi Herawati Lubis, mengungkapkan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp3,17 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dana bantuan tersebut digunakan untuk membangun empat gedung baru yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan. “Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik sekolah, tetapi juga mendorong transformasi SMK agar relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Evi dalam acara Peresmian Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kota Medan, Minggu (4/1/2026).
Dengan jumlah siswa mencapai 2.034 orang, SMK Negeri 7 Medan diarahkan untuk menjadi pusat keunggulan dalam bidang akuntansi dan manajemen bisnis di Sumatra Utara. Melalui dukungan dari Direktorat SMK, sekolah ini mengembangkan program Business Management, khususnya dalam kompetensi akuntansi yang terintegrasi dengan praktik pasar keuangan.
Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik, SMK Negeri 7 Medan menjalin kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, perusahaan sekuritas, perbankan daerah, serta beberapa mitra swasta di Kota Medan. Kerja sama ini memungkinkan siswa untuk mempelajari akuntansi dan pasar modal secara langsung melalui simulasi dan praktik berbasis teknologi.
Selain revitalisasi bangunan, SMK Negeri 7 Medan juga mendapatkan dukungan digitalisasi pembelajaran, termasuk Interactive Flat Panel (IFP) dan perangkat pendukung teknologi informasi. Perangkat ini memperkuat pembelajaran interaktif serta mendukung praktik akuntansi berbasis digital.
Sekolah ini juga telah menerima Manfaat Bantuan Gizi (MBG) pada awal 2025 yang menjangkau sekitar 2.200 siswa, sebagai bagian dari program percepatan nasional untuk meningkatkan kesehatan dan kesiapan belajar peserta didik. “Kami bersyukur karena hampir seluruh program prioritas Presiden sudah kami rasakan langsung di sekolah,” kata Evi.
Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di SMK Negeri 7 Medan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah. Peresmian sekolah penerima bantuan dilakukan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Pemerintah daerah menilai revitalisasi SMK sebagai langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing, dan mampu berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah. Ke depan, SMK Negeri 7 Medan ditargetkan menjadi rujukan pengembangan SMK modern di Sumatra Utara, sekaligus contoh implementasi revitalisasi sekolah yang tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong transformasi kualitas pembelajaran menuju Indonesia Emas 2045.




















