Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan acara zikir dan doa bersama untuk menutup tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026. Acara ini berlangsung di halaman Museum Purbakala dan dihadiri oleh ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan introspeksi bagi semua pihak dalam menyambut tahun baru.
Acara dimulai dengan pembacaan selawat nabi oleh kelompok Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafidz-Hafidzah (IPQAH) Provinsi Gorontalo. Suasana semakin khusyuk dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh lima qariah berprestasi dari Gorontalo. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam pernyataan resminya pada Kamis (1/2/2026), menekankan pentingnya acara ini tidak hanya untuk berzikir, tetapi juga untuk mengevaluasi perjalanan pemerintahan selama setahun.
Gubernur Gusnar menyatakan bahwa secara umum, pemerintahan di tahun 2025 berjalan lancar dan sukses. Namun, ia mengakui masih ada kekurangan dan hambatan yang perlu diperbaiki. “Kami berkomitmen untuk terus berbenah,” ujarnya. Di akhir sambutannya, Gubernur Gusnar mengajak ASN dan masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan berpartisipasi dalam pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre (GIC) melalui infak.
Gusnar menegaskan bahwa proyek GIC tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan sepenuhnya bergantung pada sumbangan, sedekah, dan infak dari masyarakat. “Ini adalah proyek gotong royong yang mengedepankan transparansi,” tegasnya. Selain sebagai momen spiritual, acara ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa yang hadir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, yang menambah kedalaman makna dari rangkaian zikir dan doa bersama tersebut. (mcgorontaloprov/haris)


















